Pakar Story Telling Om Bud : Konten Sosial Media Harus Bisa Gugah Emosi yang Melihat

Konten sosial media, harus bisa menggugah emosi untuk bisa menarik perhatian.

“Harus ada cerita yang dibangun, ditambah dramatisasi sehingga konten tersebut bisa menarik perhatian dan menggugah emosi yang melihat atau mendengar. Makin dekat dengan emosi pembaca, maka makin menarik,” kata praktisi marketing Budiman Hakim, saat membagikan ilmunya di aula dua Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) Kalsel di Jalan A Yani Kilometer 6 Banjarmasin, Senin (30/09/2019) siang.

Hal itu pula, kata dia, yang bisa diterapkan dalam berjualan (marketing).

Siang itu, puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa, pengusaha, serta masyarakat umum ini terlihat seksama saat menyimak paparan yang diberikan oleh Om Bud, sapaan akrabnya.

Penulis sejumlah buku di antaranya berjudul ‘Saya Pengen Jadi Copywriter’, ‘Ngobrolin Iklan Yuk’, hingga ‘Storytelling! Beriklan Lewat Cerita’ mampu menarik perhatian peserta ketika membagikan ilmunya seni marketing dengan metode story telling atau bahasa cerita.

Story telling dalam ilmu marketing sendiri, kata dia, dinilai mampu menarik pembaca serta pendengar untuk mencoba atau menggunakan produk yang ditawarkan.

Kegiatan ini, kata Kepala Dispersip Kalsel Hj Nurlaini Dardie, sebagai bentuk inovasi Perpustakaan Pal 6, nama beken Perpustakaan Kalsel, yang tidak hanya senagai wadah membaca namun juga belajar mengembangkan kemampuan diri.

“Ini bagian dari inovasi Perpustakaan Pal 6, bahwa perpustakaan tidak hanya wadah membaca namun juga kegiatan lainnya,”, kata Nurliani Dardi Kadis Dispersip pemprov Kalsel.

(banjarmasinpost.co.id/rahmadhani)