New Normal Banua Masih Jauh, Gugas: Kalsel Baru Bisa pada Agustus 2020

Penerapan new normal yang digaungkan pemerintah pusat dinilai belum bisa dijalankan di Kalsel. Pemprov Kalsel tak ingin gegabah menerapkan tatanan baru ini, mengingat kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan masih rendah.

Saat ini, Pemprov melalui Gugus Tugas Covid-19 Kalsel masih memutar otak memutus mata rantai dan menangani penularan hingga pengobatannya. Wakil Ketua Harian Gugas Covid-19 Kalsel, Hanif Faisol Nuropiq mengungkapkan, new normal belum bisa diterapkan di Kalsel, meski pihaknya sudah menuju fase itu. “Gagasan new normal belum waktunya di Kalsel. Tapi Fase-fase menuju kesana terus dibangun ke masyarakat,” terangnya. Gugas Covid-19 Kalsel sudah gencar melakukan tracking hingga karantina ketat. Tingginya angka kesembuhan sepekan terakhir adalah bukti penanganan yang semakin baik.

Selain upaya tersebut, sosialisasi sudah dilakukan sejak jauh hari. Yakni dibentuknya tim Komunikasi Edukasi dan Informasi (KEI). Tim ini bertugas keliling Kalsel untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang Covid-19. “Penerapan new normal, tak bisa serta merta tanpa adanya informasi dan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.  Kalsel baru menargetkan new normal pada Agustus 2020 mendatang. Saat itu, jumlah kasus diprediksi sudah melandai.

Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, Abdul Haris menyebutkan kunci efektif pencegahan penyebaran Covid-19 adalah disiplin dengan penerapan protokol kesehatan.“Penerapan protokol kesehatan merupakan harga mati harus dipatuhi masyarakat, sebelum menerapkan tatanan kehidupan baru atau new normal. Selama tidak disiplin, jangan harap kita bisa menuju tatanan kehidupan baru,” ujar Haris. Kurva kasus Covid-19 Kalsel terus menanjak. Dalam sepekan, penambahan kasus positif baru mencapai 602 kasus. Kemarin, jumlah kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 70 kasus. Meningkatnya angka kasus ini seiring bertambahnya alat penguji spesimen swab PCR. Termasuk masifnya tracking oleh tim Gugus Tugas Covid-19 Kalsel.

Penambahan 70 kasus baru kemarin terbanyak ditemukan di Kota Banjarmasin, jsebanyak 19 orang. Disusul Kabupaten Balangan sebanyak 12 kasus baru, Kota Banjarbaru sebanyak 11 orang, Kabupaten Banjar dan Barito Kuala masing-masing tiga kasus baru, Hulu Sungai Utara 2 kasus baru, dan Hulu Sungai Selatan 1 kasus baru. “Tingginya penambahan kasus baru ini membuktikan upaya penanganan sangat serius dan masif,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, M Muslim. Menekan angka kasus tak hanya dibutuhkan peran aktif pemerintah. Namun, peran serta masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan. “Semua pihak harus berperan. Angka kasus tak akan turun jika tak diimbangi dengan kesadaran tinggi warga,” cetus Muslim.

kalsel.prokal.co