Navelis dr Gia Puji Pengelolaan Perpus Palnam

Novelis ‘Berhenti di Kamu’, dr Gia Pratama, memuji tata kelola yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel, Palnam.

Sebelum memulai acara di Ruang Sarukui, tempat membahas Embara Buku dan Temu Penulis, dr Gia  menyempatkan diri mengunjungi pelayanan perpustakaan.

Dimulai dengan melihat tampilan depan Perpus Palnam, hingga menarik perhatian orang yang lewat. Terutama  tulisan Dispersip Kalsel dengan warna cerah, ditopang vidiotron sebagai sarana promosi kegiatan perpuspalnam.

Selanjutnya dr Gia singgah di Library Kids, yang saat bersamaan tengah dikunjungi murid murid TK. Novelis yang karyanya laris di pasaran, mengaku sangat terkesan dengan kebersihan dan ruangan.

Dijelaskan M Ramadhan, Sekretaris Dispersip, ruang Library Kids memanfaatkan ruang bawah rumah Banjar dengan filosofi untuk bermain dan belajar. Sedang lantai dari vinyl flooring, seperti di ruang operasi rumah sakit, agar lebih higienis.

Penjelasan membuat dr Gia langsung mengapresiasi. Karena ruang library kids menjadi ramah anak dengan  mengadopsi lantai seperti yang ada di ruang-ruang operasi rumah sakit.

“Ini bisa menjadi inspirasi untuk library kids perpustakaan di seluruh Indonesia. Perpuspalnam sudah lebih unggul dibanding perpustakaan umum yang ada di Indonesia, setelah perpusnas. Meski bangunannya rumah Banjar,” ujar dr Gia.

Selanjutnya dr Gia menuju ke Lantai II Ruang Pelayanan Perpustakaan Umum, dengan menyempatkan diri membuat kartu anggota perpuspalnam yang sangat cepat setelah memasukkan data. Tidak lebih dari 5 menit, kartu anggota selesai.

Meskipun menaiki anak tangga karena perpuspalnam memang berciri rumah Bubungan Banjar, dr Gia sangat terkesan desain interior yang nyaman dipandang.

Dr Gia memberikan apresiasi akan ruang khusus buku-buku dari terbitan dan penulis lokal Kalimantan Selatan yang ditata dengan rapi. Sehingga menjadi history tersendiri bagi generasi mendatang tentang budaya, kehidupan social dan sejarah.

Sambil melihat-lihat koleksi buku di rak-rak yang tersedia, menurut dr Gia, perpuspalnam berinovasi agar anak muda sekarang (mileneal) berkunjung sambil berswaphoto.

Sebab salah satu simbol peradaban sebuah kota adalah perpustakaan. Karena itu, dr Gia minta agar teruslah berinovasi untuk meningkatkan minat baca dan menginspirasi generasi muda.

“Sehingga kecerdasan anak muda sekarang, dimulai dari senang membaca buku. Sementara buku, tersedia secara gratis di perpustakaan,” katanya.

banuapost.co.id