Mudahkan Pengunjung, Akses Buku Perpustakaan Lewat Gadget

Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Selatan setidaknya memiliki cara alternatif di saat pandemi Covid-19 melanda. Guna melayani minat baca masyarakat dengan hadirnya aplikasi iKalsel. Aplikasi yang sudah diluncurkan sejak tahun 2018 tentu sangat dibutuhkam di era sekarang ini.

Kepala Dispersip Kalsel, Hj. Nurliani Dardie mengatakan, aplikasi ini tentu bisa menjadi cara lain untuk menikmati bahan bacaan tanpa perlu harus datang ke perpustakaan. “Walaupun memang tidak bisa menggantikan sensasi buku fisik,” akunya.

Keberadaan aplikasi tersebut sangat menjawab kebutuhan, karena ada sebagian orang yang masih khawatir untuk berlama-lama ke fasilitas umum. Ikalsel sendiri diklaim memiliki lebih dari 1.300 judul koleksi yang dapat dibaca dalam kurun waktu 3 hari untuk diselesaikan. “Penambahan koleksi terus dilakukan agar menarik minat pembaca,” tambahnya.

Saat ini aplikasi iKalsel telah diundah lebih dari 1.000 pengguna lewat Playstore. Ratingnya terbilang bagus, namun tentu masih ada kekurangan yang perlu dibenahi.

Lewat aplikasi ini, dinas juga menyediakan wadah untuk penulis lokal mengembangkan karya literasinya. Baru-baru ini adalah buku Aneka Kuliner Khas Kalimantan Selatan_karya Rita Khairina, Banjarbaru: Sejarah, Pesona dan Potensi karya Randu Alamsyah, kemudian Mozaik Sejarah Banjar dan Masjid-Masjid Bersejarah di Kalimatan Selatan karya Aliansyah Jumbawuya dan Ahmad Barjie. Menyiasati agar sebaran virus ditekan, pihak Dispersip Kalsel sebelumnya telah menutup akses umum pada Bulan Maret hingga 6 Juli kembali dibuka, dengan segala penerapan protokol kesehatan yang berlaku. Tentu juga lewat aplikasi yang akan terus disosialisasikan ke masyarakat.

poroskalimantan.com