Minat Baca Tinggi, Perpustakaan Palnam Optimalkan Fasiltas dan Pelayanan Selama Bulan Ramadhan

Minat Baca Tinggi, Perpustakaan Palnam Optimalkan Fasiltas dan Pelayanan Selama Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan nampaknya bukan menjadi halangan bagi warga provinsi kalimantan Selatan untuk menyalurkan hobi membacanya. Karena meskipun dibatasi, jumlah pengunjung Perpustakaan Provinsi Kalimatan Selatan nyatanya tetap saja ramai. Itu artinya, tak sedikit masyarakat yang memilih datang ke perpustakaan di waktu senggangnya.

Bulan Puasa ternyata tidak mengurangi minat masyarakat Kalimantan Selatan untuk mengunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimatan Selatan.

Kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Provinsi kalimantan Selatan Hj Dra Nurliani Dardie M.AP menyampaikan, selama pandemi dan bulan suci ramadhan jumlah pengunjung perpustakaan dibatasi. Meski begitu, kuota yang disiapkan dalam dua gelombang selalu dipenuhi. Karena protokol kesehatan, jumlah pengunjung dibatasi. Tapi kuota selalu penuh,” katanya, Selasa (13/04/2021)

Untuk bisa masuk, pengunjung harus melakukan reservasi terlebih dulu. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan membludaknya pengunjung. Karena sebelum pandemi covid-19, jumlah pengunjung perpustakaan selalu ramai. “Kebanyakan yang datang pelajar dan mahasiswa, dan Ibu rumah tangga membawa anak-anak,” tambahnya. “Semoga setelah Lebaran nanti jumlah pengunjung tetap meningkat. Saat ini, Perpustakaan  juga memiliki koleksi ribuan buku dengan ribuan judul, mulai tentang keagamaan, pengetahuan umum, fiksi, koran dan majalah,” katanya.

Menurut Bunda Nunung sapaan akrab Kadispersip, para pengunjung perpustakaan tersebut sebagian berasal dari kalangan pelajar dan masyarakat umum.

Sejumlah pengunjung mengaku datang ke perpustakaan pada siang hari karena sedang berpuasa. “Dari pada nunggu waktu berbuka dengan tidur di rumah atau jalan-jalan tidak jelas lebih baca buku. Bisa nambah ilmu,” kata Agus Wahyudi (28), salah satu pengunjung warga gambut kabupaten banjar. Ia mengaku gemar membaca buku-buku tentang agama Islam untuk mempertebal iman dan sekaligus memperkaya pengetahuan tentang keislaman. “Semakin banyak saya baca, keingintahuan saya semakin besar,”  ujarnya.

Sebagai informasi, jam operasional perpustakaan selama bulan suci ramadhan untuk hari kerja adalah: Senin – Kamis pukul 09.00 – 15.00 Wita. Jumat pukul 09.00– 11.30 Wita, dan Sabtu – Minggu pukul 09.00 – 16.00 Wita. Dan hari besar nasional libur, Adanya pembukaan kembali layanan ini tentu tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mengingat pandemi Covid-19 belum usai. Pengunjung diwajibkan mencuci tangan sebelum masuk dan sesudah keluar perpustakaan, memakai masker, dan suhu tubuh tidak lebih 37.5 derajat celsius.

“Mencuci tangan memakai sabun sebelum masuk dan sesudah keluar, gedung layanan di wastafel yang telah disediakan. Menjaga jarak duduk saat membaca. Kami lebih menyarankan untuk membaca di gazebo samping perpus saja, karena lebih terbuka,” tutur Bunda Nunung. Sebagai informasi, selama pandemic ini Dispersip Kalsel membatasi jumlah pengunjung, yakni hanya 100 orang per hari.

Di akhir, Bunda Nunung berharap agar dibukanya pelayanan perpustakaan di bulan suci ramadhan ini dapat membantu masyarakat yang ingin ke perpustakaan atau bahkan merindukan perpustakaan namun tidak ada waktu. “Kembali dibukanya layanan perpustakaan di bulan suci ramadhan ini saya harapkan bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya, sekaligus sebagai penghapus lararomantisme ke perpustakaan,”tandasnya.

Sumber:liputan4.com