Minat Baca Tinggi, Perpustakaan Palnam Optimalkan Fasilitas dan Pelayanan

Pandemi covid-19 nampaknya bukan menjadi halangan bagi warga Kota Banjarmasin untuk menyalurkan hobi membacanya. Karena meskipun dibatasi, jumlah pengunjung Perpustakaan Kota Banjarmasin nyatanya tetap saja ramai. Itu artinya, tak sedikit masyarakat yang memilih datang ke perpustakaan di waktu senggangnya.

Kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Provinsi kalimantan Selatan Hj Dra Nurliani Dardie M.AP menyampaikan, selama pandemi jumlah pengunjung perpustakaan dibatasi. Meski begitu, kuota yang disiapkan dalam dua gelombang selalu dipenuhi, karena protokol kesehatan, jumlah pengunjung dibatasi. Tapi kuota selalu penuh,” katanya, Minggu (21/3/2021)

Dikatakan, layanan Perpustakaan dibuka hari sabtu dan minggu dari pukul 09.00 s/d 17.00 WITA, untuk hari Senin sampai Jumat seperti biasanya, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Untuk bisa masuk, pengunjung harus melakukan reservasi terlebih dulu. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan membludaknya pengunjung. Karena sebelum pandemi covid-19, jumlah pengunjung perpustakaan selalu ramai. “Kebanyakan yang datang pelajar, mahasiswa, dan Ibu rumah tangga membawa anak-anak,” tambahnya.

Sementara itu Nur Hikmah, yang sengaja mendatangi perpustakaan anak, bertolak dari rumahnya di Jalan Tatah Amuntai Permai, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, untuk membawa buah hatinya yang berusia balita.

Sesampainya di ruang kids library yang dilengkapi dengan pendingin ini, putranya yang bernama Adzriel Muhammad Syahputra pun nampak senang, saat melihat warna warni lukisan dan mainan, hingga tertawa lepas saat main perosotan. “Bagus bukanya sampai sore, apalagi saya bekerja, hanya akhir pekan punya waktu untuk membawa anak bermain,” ungkapnya.

Sebagai informasi, jam operasional perpustakaan untuk hari kerja adalah: Senin – Kamis pukul 09.00 – 15.00 Wita. Jumat pukul 08.30 – 11.30 Wita, dan Sabtu – Minggu  pukul 09.00 – 17.00 Wita. Adanya pembukaan kembali layanan ini tentu tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mengingat pandemi Covid-19 belum usai. Pengunjung diwajibkan mencuci tangan sebelum masuk dan sesudah keluar perpustakaan, memakai masker, dan suhu tubuh tidak lebih 37.5 derajat celsius. “Mencuci tangan memakai sabun sebelum masuk dan sesudah keluar, gedung layanan di wastafel yang telah disediakan. Menjaga jarak duduk saat membaca. Kami lebih menyarankan untuk membaca di gazebo samping perpus saja, karena lebih terbuka,” tutur Bunda Nunung. Sebagai informasi, selama pandemi ini Dispersip Palnam membatasi jumlah pengunjung, yakni hanya 100 orang per hari.

Di akhir, Bunda Nunung berharap agar dibukanya pelayanan perpustakaan di akhir pekan ini dapat membantu masyarakat yang ingin ke perpustakaan atau bahkan merindukan perpustakaan namun tidak ada waktu.  “Kembali dibukanya layanan perpustakaan di akhir pekan ini saya harapkan bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya, sekaligus sebagai penghapus lararomantisme ke perpustakaan,”tandasnya.

Sumber:Liputan4.com