Menulis setelah Bangun Tidur, Gia Pratama: Mimpi Bisa Jadi Daya Imajinasi

Talkshow yang di gelar Dispersip Kalsel kali ini sangat meriah dan spektakuler, karena tamu yang di hadirkan mempunyai dua profesi yaitu sebagai dokter dan juga novelis.

Dokter Gia Pratama, mengaku baru pertama kali menginjakkan kaki di Bumi Lambung Mangkurat. Tujuannya datang ke Dispersip Kalsel ingin menginspirasi warga banua. “Soal nantinya mau jadi penulis atau tidak itu urusan nanti, yang penting tertarik dulu,” ucapnya.

Dia berbagi tips tentang tata cara menulis, yang terpenting menurut dr Gia ada polanya sebelum memulai menulis, yakni tahu siapa karakternya, apa yang dikejar serta apa saja tantanga-tantangannya.

Dr Gia mengungkapkan, sebagian novel yang ditulisnya merupakan pengalaman pribadi dan berharap bisa memberikan inspirasi bagi pembaca.

Dia menyelesaikan buku pertamanya bertemakan percintaan, isinya menceritakan tentang pencarian jodohnya. “Biar tetap semangat walaupun habis diputusin kita harus tetap semangat menjalani kehidupan sehari-hari kita,” ungkapnya.

Terus yang kedua menceritakan tentang perjalanannya menggeluti profesi sebagai seorang dokter.

“Hubungan kelanjutan dari buku pertama adalah ingin menunjukkan ternyata pernikahan itu bukan hanya bunga dan pelangi, tapi di situ juga ada air mata, ada kesulitan soal keuangan bahkan berantem,” bebernya.

Ditambahkan Gia, berawal dari hobi dulu sebagai penjual puisi lalu berubah menjadi seorang dokter. Dokter Gia pun tidak lupa berbagi tips di sela-sela kesibukannya sebagai dokter dan juga seorang novelis.

“Aku pernah membikin sebuah survei di manakah kamu jam 5 pagi sampai jam 6 pagi? lalu 80% jawaban mereka kebanyakan masih tidur, atau tidur lagi setelah salat subuh.” ujarnya.

Padahal, sambungnya, waktu seperti itu adalah momen untuk menulis, cuma satu jam dalam sehari dari jam 05.00 sampai jam 06.00 setiap hari selama 10 bulan.

“Jadi untuk teman-teman yang ingin jadi penulis atau bikin sebuah karya, kita cari tahu dulu kesulitan menulisnya. Apakah kita bisa langsung menjadi penulis sekalian editor,” tambahnya.

Dia mengaku memilih memisahkannya, jadi begitu menjadi penulis maka tidak akan menjadi editor sama sekali. “Karena just right thing it’s everything, menulis adalah kata ulang, apalagi kalau habis bangun tidur impian-impian kita mimpi-mimpi kita bisa menjadi daya imajinasi,” ucapnya.

Kepala Bidang Pelayanan Pembinaan Perpustakaan Wildan Akhyar SE MSi menyampaikan, pihaknya mendatangkan penulis best seller dan pendongeng kelas nasional sebagai upaya Pemprov Kalsel melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel, untuk meningkatkan minat baca masyarakat Kalsel.

“Jika tidak berhalangan insya Allah Senin nanti kami akan mendatangkan pendongeng ternama yaitu Kak Dimas. Dan untuk dokter Gia nanti akan melakukan literasi ke daerah Barabai, Kabupaten HST. Jadi bukan di provinsi saja, tapi  kabupaten/kota akan disambangi dan kami  mendukung sepenuhnya kegiatan seperti ini,” pungkasnya.

riliskalimantan.com