Menarik minat anak mendengarkan Dongeng, Kak Dimas Guslaga gunakan Boneka

Untuk bisa menarik perhatian anak-anak agar antusias dan senang dalam menyimak cerita dongeng. Kak Dimas Guslaga seorang Pendongeng Nasional menggunakan boneka yang bisa bicara meskipun sebenarnya yang berbicara ialah kak Dimas Guslaga sendiri.

“Ini dilakukan, untuk menumbuhkan imajinasi anak-anak agar gemar membaca cerita atau dongeng,”ujarnya kepada sejumlah wartawan usai mengisi kegiatan Palnam Berdongeng bersama Kak Dimas Guslaga, Senin (16/3).

Ia menyampaikan memang menarik perhatian anak-anak TK atau PAUD agak sulit, tapi kita membuatnya merasa nyaman dulu dengan suasananya.

“Apabila sudah nyaman sudah pasti anak-anak akan menyimak apa materi yang didongengkan,”ungkapnya.

Meski demikian, ia membeberkan dengan pakai boneka ini merupakan salah satu tekhnik panggung, karena anak-anak suka sesuatu yang mati lalu hidup (fiksi).

Dongeng buat anak

Kita pernah juga dongeng pakai botol dan penghapus cuma atensinya beda, karena kalau pakai itu gak lama waktunya cuma 10 menit diperkirakan karena pakai botol tak ada matanya dan tak pernah hidup.

“Jadi dengan menggunakan boneka cara mendongeng sangat tepat untuk anak. paud dan anak setingkat SD,” terangnya.

Sementara itu, Kepala dinas perpustakaan dan kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Hj Nurliani Dardie yang diwakilkan Wildan Akhyar, Se. M. Si Kepala bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan menambahkan dengan didatangkan pendongeng Kak Dimas ini, akan memberikan anak-anak semangat membaca buku dilingkungan perpustakaan.

“Semoga ini akan lebih menarik anak-anak untuk berkunjung keperpus serta menumbuhkan imajinasinya dalam menata kehidupan dewasa dengan cara mendongeng,” tambahnya.

Kemudian, ia mengharapkan dengan mendatangkan pendongeng Kak Dimas ini akan memacu para orang tua anak dirumah, supaya senang mendongeng buat anak-anaknya.

“Ini sangat bagus dilakukan agar menitipkan pesan moral dan positif dalam isian cerita dongengnya yang bisa diambil manfaat kedepannya, buat anak-anak menjalani kehidupan menjelang dewasa atau sebagai bekal,”tutupnya.

tajam.news