Membanggakan, Indeks Pembangunan Literasi Kalsel Tertinggi Di Indonesia

Penguatan budaya literasi yang holistik dan terintegrasi dari hulu hingga hilir, membutuhkan sinergi dan dukungan dari seluruh stakeholders baik di pusat maupun di daerah. Penguatan hulu budaya literasi di antaranya berupa pengembangan perbukuan dan penguatan konten literasi. Sementara, hilir budaya literasi adalah budaya kegemaran membaca serta peningkatan akses dan kualitas layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Sementara, Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Moh. Ilham A. Hamudy diwakili oleh Kepala Perpustakaan Sekjen Kemendagri, Amir Machmud menyebutkan bahwa Kalimantan Selatan merupakan daerah dengan indeks pembangunan literasi tertinggi di Indonesia.

Sebelumnya, dikutip dari BeritaPembaruan.id, Ilham mengatakan dalam mendukung peningkatan literasi di daerah, Kemendagri telah menerbitkan Permendagri Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Dalam regulasi tersebut, pembangunan literasi diukur melalui dua indikator, yaitu Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Nilai Tingkat Gemar Membaca Masyarakat (TGM).

Menyambut hal membanggakan itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel, Hj Nurliani Dardie M.AP, mengatakan semua pencapaian tidak terlepas dari kerja sama yang baik dengan semua pihak, mulai dari stakeholder, media, dan lintas komunitas seluruh masyarakat Kalimantan Selatan. “Jelas tentunya kabar tersebut sangat menyenangkan, dan pastinya membanggakan sekali buat saya pribadi dan seluruh jajaran Dispersip Kalsel,” kata Bunda Nunung sapaan akrabnya.

Bunda Nunung menegaskan, meskipun anggaran di tahun 2020 dan 2021 mengalami beberapa kali refocusing, jajaran Dispersip Kalsel tetap konsisten menjalankan visi-misi Kalsel cerdas dengan tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. “Memang ada refocusing di 2020 dan 2021 ini, padahal kami (Dispersip Kalsel) sudah punya program-program prioritas. Harusnya Dispersip Kalsel jangan di refocusing, Sebab kami bersentuhan langsung dengan pelayanan publik dan visi misi Kalsel Cerdas,” imbuhnya.

Berkenaan dengan peran Dispersip Kalsel dalam menjalankan visi-misi Kalsel Cerdas, dia pun berharap agar hal tersebut menjadi bahan pertimbangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kalsel. “Semoga hal tersebut bisa menjadi perhatian dan pertimbangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Kalsel,” harapnya.

Namun demikian, dengan segala pencapaian yang telah diraih walaupun di tengah keterbatasan, Bunda Nunung mengaku tidak ingin terlena dan berkomitmen untuk terus meraih prestasi membanggakan.

Pencapaian Kalimantan Selatan sebagai salah satu daerah dengan indeks pembangunan literasi tertinggi telah di dengar sejumlah pegiat literasi di Kalsel seperti, Kasubbid Dikbud Pembina (IV/a), Bambang, dan Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi dan Good Governance ULM sekaligus Penulis, Dosen Ahmad Fikri Hadin. “Luar biasa, Dispersip Kalsel di bawah nahkoda Hj Dra Nurliani Dardie M.AP, teruskan perjuangan untuk meningkatkan minat baca dan literasi agar dapat mencapai visi misi Kalsel Cerdas. Selamat untuk Kadispersip dan Dispersip Kalsel,” ujar Bambang.

Sumber:Liputan4.com