Masjid-Masjid Bersejarah Kalsel Perlu Dipertahankan

Demi turut membantu mempertahankan eksistensi masjid-masjid bersejarah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Selatan (Dispersip) Gelar talkshow virtual tentang bedah buku Masjid masjid bersejarah di Kalimantan Selatan.

Kepala Dispersip Kalsel Nurliani Dardie , mengatakan, peluncuran dan bedah buku “Masjid-Masjid Bersejarah di Kalsel” adalah merupakan khazanah kearifan lokal. “Peluncuran dan bedah buku karya Ahmad Barjie B dan Aliansyah J itu sekaligus mempromosikan budaya lokal serta penulis di Kalsel dengan mengangkat seputar masjid-masjid tua di Banua,” katannya.

Dikatakannya pula, keberadaan masjid-masjid tua di Kalsel penting dipelihara dan dipertahankan eksistensinya, karena dari situ bisa belajar penyiaran agama Islam di wilayah Tanah Banjar pada masa-masa awalnya.

Disamping itu pula dalam peluncuran dan diskusi buku itu, membuat khalayak luas khususnya generasi muda Banjar bisa mengetahui kegigihan masyarakat zaman dahulu dalam mengupayakan berdirinya sebuah masjid. “Dulu orang tetuha bahari sangat gigih dalam mendirikan bangunan masjid tersebut meski dalam mendirikan masjid terebut banyak sekali keterbatasan dana dan peralatan teknologi namun masjid-masjid tersebut kokoh berdiri,”ucap Nurliani.

Salah seorang penulis buku Ahmad Barjie mengatakan sedikitnya lebih 2.500 masjid ada di Kalsel dan sebagian meski melalui sejumlah renovasi, masjid-masjid bersejarah harus tetap dipelihara dan dipertahankan keasliannya. “Wilayah Kalsel merupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dari nusantara. Masjid-masjid bersejarah, walau direnovasi tetapi keasliannya harus dijaga agar nilai historinya tetap terlihat,” pesannya.

Sementara Aliansyah Jumbawuya juga menyampaikan, termotivasi dan sepakat membuat buku khazanah lokal untuk mendokumentasikan sejarah budaya Islam di Kalsel agar terkenang abadi dan tidak lekang oleh waktu. “Kami termotivasi menulis buku-buku sejarah dan mengharapkan meski pun masyarakat mengetahui bentuk fisik masjid yang baru, tetapi sejarah yang melekat di masjid itu jangan sampai hilang,” ucapnya.

Buku tersebut juga menambah khazanah literasi keislaman di Kalsel melalui aspek keagamaan memberi spiritualitas keimanan seseorang. “Buku ini sangat bagus pada aspek sejarah, di mana kedatangan Islam masuk Kalsel bergandengan dengan hadirnya masjid diberbagai kota Kalsel,” pungkasnnya.

kalimantanpost.com