Manfaatkan Waktu Tanggap Darurat, Dispersip Kalsel Reboxing Arsip Lama

MASA tanggap darurat sebagai imbas pandemi Covid-19 di Kalimantan Selatan, dimanfaatkan Depo Arsip Banjarbaru untuk melakukan pembersihan dan berencana akan melakukan pemusnahan berkas.

Untuk Depo Arsip Provinsi Kalsel di Banjarbaru, kami memanfaatkan masa tanggap darurat ini dengan bersih-bersih depo, sekaligus re-boxing arsip-arsip statis,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie saat ditemui Jejakrekam.com, Senin (20/4/2020).

Sembari melakukan pembersihan, Bunda Nunung -sapaan akrabnya- menambahkan, jajarannya juga menyeleksi arsip-arsip yang mana Jadwal Retensi Arsip (JRA) sudah lama habis. Sehingga, arsip-arsip yang sudah tidak mempunyai nilai guna itu perlu dan harus dimusnahkan.

“Pada tahun ini akan dilaksanakan pemusnahan arsip Biro Kepegawaian Sekretariat Daerah Tingkat I Kalsel, dengan jumlah kurang lebih 26.585 berkas, dalam kurun waktu antara tahun 1973 sampai dengan tahun 1987,” ujarnya.

Bunda Nunung mengungkapkan, sebelum pandemi Covid-19 merebak, pihaknya secara rutin re-boxing arsip-arsip lama, sembari memilah dan memilih arsip yang harus dipertahankan maupun dimusnahkan.

“Agar nanti kalau sudah pindah ke gedung depo arsip baru, kita membawa sesuatu yang baru,” ucapnya.

Bunda Nunung menjelaskan, pemusnahan berkas ini sebagai efisiensi dan efektivitas penyimpanan arsip, baik dari segi sarana maupun pemeliharaan.

Arsip yang dimusnahkan sendiri, paparnya, tidak memiliki daya guna, baik nilai guna hukum, informasi, sejarah, dan tidak ada peraturan yang melarang.

“Arsip dimusnahkan karena telah melampaui jangka retensi atau simpan arsip,” kata mantan Kadispersip Kota Banjarbaru ini.

Disamping itu, lanjutnya, pemusnahan arsip sendiri harus dilakukan karena secara administrasi tidak lagi dipergunakan oleh pencipta arsip. “Sekarang kami sudah punya mesin penghancur kertas yang lumayan besar,” tutupnya.

jejakrekam.com