Lewat Diskusi Virtual, Dispersip Ingin Mengangkat Pamor Masjid-Masjid Bersejarah di Kalsel

Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Provinsi Kalimantan Selatan seperti tiada lelahnya memacu gairah literasi di banua Banjar. Terbaru, Dispersip Kalsel akan mengadakan peluncuran sekaligus diskusi virtual buku “Masjid-masjid Bersejarah di Kalimantan Selatan’ karya Aliansyah Jumbawuya dan Ahmad Barjie pada Kamis (27 Agustus 2020).

“Sudah menjadi komitmen Dispersip Kalsel untuk mengangkat khazanah budaya lokal. Kalau tahun-tahun sebelumnya pihaknya menerbitkan buku Aneka Kuliner Khas Kalimantan Selatan dan Mozaik Sejarah Banjar, kali ini tentang masjid-masjid tua yang memiliki nilai historis panjang,” ucap Kepala Dispersip Privinsi Kalsel, Hj. Nurliani, M.AP.

“Keberadaan masjid-masjid tua penting untuk dipelihara dan dipertahankan eksistensinya, karena dari situ kita akan bisa belajar bagaimana penyiaran agama Islam di tanah Banjar pada masa-masa awalnya,” jelas Bunda Nunung–sapaan akrab Kepala Dispersip Kalsel.

Ia berharap, dengan peluncuran dan diskusi buku ini, khalayak luas khususnya generasi muda banua Banjar, menjadi tahu bagaimana kegigihan tetuha bahari mengupayakan berdirinya sebuah masjid, meski di tengah serba keterbatasan dana dan peralatan teknologi. “Termasuk berbagai cerita kekeramatan yang menyertai proses awal pembangunan maupun setelah berdirinya masjid, menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca,” ujarnya.

Buku karya Aliansyah Jumbawuya dan Ahmad Barjie ini akan diulas oleh Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalsel, HM. Fadhly Mansoer, MM,  dengan moderator Randu Alamsyah. Peserta dapat berpartisipasi aktif lewat aplikasi zoom lewat registrasi link yang disediakan panitia.

banaranmedia.com