Keyra Ameera Shafa Wakili Kalsel ke Lomba Bertutur Tingkat Nasional

Sebagai salah satu upaya untuk menanamkan minat baca kepada anak, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar lomba bertutur.  Kompetisi bercerita tingkat provinsi yang diikuti siswa-siswi SD/MI ini, dinilai mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi tumbuh kembang mental anak-anak, hingga juga bisa menjadi metode yang efektif untuk mendidik generasi muda.

“Semakin senang anak-anak terhadap buku cerita yang dibacanya, semakin banyak pula buku yang diperlukan. Mereka juga akan semakin ketagihan untuk terus membaca,” papar Kepala Dispersip Kalsel, Hj. Nurliani, melalui sekretarisnya, M. Ramadan, saat memberikan sambutan pembukaan, di aula Dispersip Kalsel, Kamis (8/4/2021).

Ditambahkannya, kegemaran membaca ataupun bertutur bukan hanya karena bakat, namun lebih pada pengaruh kebiasaan, seperti lingkungan keluarga atau sahabat. Unuk itu, perlunya orang tua atupun pendidik dapat mengenalkan buku sejak dini dengan mendongeng.

Salah seorang guru pendamping dari SD Negeri 2 Loktabat Selatan (Banjarbaru), Praptini Dasawati menyampaikan, bahwa pihaknya telah melakukan persiapan yang matang untuk mengikuti lomba ini. “Dalam berlatih itu kami mengikuti mood anak, bukan anak-anak yang mengikuti jadwal kita. Jadi, kami benar-benar memanfaatkan waktu mereka,” jelasnya.

Di kesempatan tersebut, muridnya bernama Faradita Putri Cinta Ariyanto, membawakan kisah berjudul Datu Kalaka, yang berhasil membawanya bertengger di peringkat ke-5 dari 13 perwakilan kabupaten/kota se-Kalsel (minus Kabupaten Tapin).

Sementara peraih juara ke-4, berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, atas nama Ananda Syafira Zahra. Dilanjutkan peringkat ke-3 oleh Muhammad Rakha Al-Aziz (Kabupaten Tabalong), disusul jawara ke-2 oleh Siti Nurhayatul Hasanah (Kabupaten Kotabaru), dan pemenang pertama tahun ini datang dari Kota Banjarmasin, yakni Keyra Ameera Shafa, yang akan mewakili Banua ke tingkat nasional.

Lomba Berturtur
Peraih Juara hingga harapan

Salah seorang juri lomba, Abdus Syukur menyampaikan, kriteria penilaian bagi pemenang, di antaranya adalah kesesuaian tema kostum dengan cerita yang dibawakan, kepekaan, sejauh mana peserta mampu menghidupkan kisah yang dibawakan, penguasan materi, dan penampilan.  “Penguasan bahasa juga, karena arahnya untuk tingkat nasional, jadi harus dibawakan dengan Bahasa Indonesia,” tutupnya.  Pelaksanaan kegiatan ini selalu memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan, guna menghindari terpaparnya Covid-19.

Sumber:jurnalkalimantan.com