Kerinduan Pemustaka pada Layanan Perpustakaan Palnam dan Tendean di Tengah Covid-19

Mulai Senin (6/7/2020) nanti, Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan kembali membuka layanan baca dan pinjam buku di Perpustakaan Palnam dan Perpus Tendean. Tentunya, hal tersebut menumbuhkan asa bagi para pemustaka yang biasanya mengunjungi perpustakaan, seperti sejumlah mahasiswa Universitas Veteran Achmad Yani (Uvaya) Banjarmasin.

Soraya, mengatakan rindu membaca buku di Perpus Palnam dan berdiskusi bersama teman-temannya. “Biasanya saya sering berkunjung ke Perpustakaan Palnam dan selama pandemi hanya membaca buku melalui e Book iKalsel, yang tidak dapat menggantikan romantisme membaca buku secara fisik dengan suasana yang menyenangkan,” katanya, Sabtu (4/7/2020).

Seperti diketahui, Kepala Dispersip Kalsel Dra. Hj. Nurliani Dardie, M.AP mengatakan pembukaan layanan ini setelah surat permohonan pembukaan layanan perpustakaan sesuai protokol Covid-19 kepada Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel sekaligus Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel telah disetujui dan ditandatangi beliau sesuai surat nomor : 360/603/BPPD/2020 tanggal 30 Juni 2020.

Kendati dibuka kembali, Dispersip Kalsel tetap melakukan pembatasan jumlah pengunjung menjadi hanya 100 orang per hari, serta waktu berkunjung hanya selama 6 (enam) jam. Adapun jadwalnya Senin sampai Kamis mulai pukul 09.00-15.00 Wita, di hari Jumat mulai pukul 08.30 – 11.00 Wita. Sedangkan hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional tutup tidak melakukan layanan publik.

Khusus pengunjung diwajibkan mengikuti seluruh protokol kesehatan sesuai aturan yang berlaku untuk mencegah penularan Covid-19 yaitu dalam keadaan sehat ketika berkunjung, wajib memakai masker, suhu tubuh tidak melebihi 37,5 derajat celcius, mencuci tangan memakai sabun sebelum dan sesudah masuk gedung layanan diwastafel yang telah disediakan, menjaga jarak duduk saat membaca.

Meski dibatasi dengan jumlah 100 orang pengunjung saja setiap hari serta jam berkunjung, Bunda Nunung -sapaan akrabnya- tetap berharap agar para pengunjung tetap mentaati peraturan protokol kesehatan. Sehingga perpustakaan tetap menjadi tempat yang aman bagi pustakawan dan pemustaka dimasa pandemi ini.

Menurut Bunda Nunung, perpustakaan di masa sekarang telah bertransformasi dengan inklusi sosial. Di mana, perpustakaan bukan hanya tempat untuk membaca namun telah menjelma menjadi tempat berkegiatan, pengembangan budaya, sosial, wadah berdiskusi dan sebagai wisata literasi dikalangan masyarakat. “Semoga dengan dibukanya kembali Perpus Palnam akan meningkatkan kembali minat baca dan kreativitas masyarakat untuk tetap semangat menghadapi pandemi ini, perpustakaan harus berkreasi dengan segala cara dalam melayani pemustaka sehingga amanah mencerdaskan kehidupan bangsa dapat tercapai seseuai harapan,” pungkas Bunda Nunung.

Kanalkalimantan.com