Kembangkan Perpustakaan Daerah, Komisi III DPRD Kalteng Ingin Pelajari Sistem Pelayanan Perpustakaan Palnam

Perhatian Pemerintah Provinsi (Pemrov) Kalimantan Selatan (Kalsel) dilihat sangat luar biasa kepada pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), untuk kembangkan Perpustakaan Daerah Palnam baik dari segi anggarannya, dan pelayanannya serta kiat-kiat koordinasinya dan komunikasinya guna menggebrak minat baca masyarakat didaerah dan sistemnya atau programnya dinilai sudah baik dilaksanakan oleh Dispersip Kalsel.

“Hal inilah yang membuat kami Komisi III DPRD Kalteng ingin berkunjung dan mempelajari kiat-kiat atau programnya apalagi saat seperti ini keadaannya masuki new normal dan pandemi masih berjalan, perlu dicari wawasan mendalam untuk kembangkan Perpustakaan kedepannya, baik didaerah maupun daerah lainnya,”ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Hj Siti Nafsiah, kepada tajam.news usai berkunjung ke Perpustakaan Palnam, Kamis (13/8).

Kita anggarannya cuma punya sekitar Rp8 milar sebelum pandemi sekarang di bawah itu, sementara Kalsel sekitar Rp39,3 hampir 40 milar

Ia mengatakan, semua program yang ada di perpustakaan dan kiat-kiat sistem pelayanannya yang disampaikan oleh Kadispersip Kalsel, Hj Nurliani Dardie tadi membuat kita ingin bawa ke Kalimantan Tengah (Kalteng). “InsyaAllah kita akan jadikan bahan untuk tingkatkan Perpustakaan Kalteng baik dari komunikasinya dan koordinasinya dan sebagainya baik dari Pemprov Kalsel dan lainnya terutama Gubernur Kalsel, sudah sangat luar biasa perhatiannya guna kembangkan perpustakaan daerah di Kalsel, inilah yang membuat kita ingin menggalinya,” ungkapnya. Kemudian, kita merasa bangga dalam situasi saat ini masih dalam Pandemi Covid-19, Perpustakaan Daerah Kalsel tetap bergerak karena mereka punya gerakkan tersendiri yaitu Gerakan Kalsel membaca.

Ia membeberkan juga, anggaran daerah kita diperpustakaan memang dilihat masih belum besar dibandingkan perpustakaan daerah Kalsel. “Kita anggarannya cuma punya sekitar Rp8 milar sebelum pandemi sekarang di bawah itu, sementara Kalsel sekitar Rp39,3 hampir 40 milar. Jadi, perhatian pemerintah terhadap Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel ini luar biasa dan ini bisa memacu para kinerja perpustakaan lebih keras bekerja, walaupun anggaran tidak ada idealnya dilihat dengan anggaran yang ada, nanti anggaran akan datang sendirinya,”harapnya.

Sementara itu, Kadispersip Kalsel, Hj Nurliani Dardie menyampaikan, memang ini suatu kehormatan sekali dan merupakan sebuah kebanggaan juga, serta kita ucapkan terimakasih banyak, Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel telah dikunjungi oleh provinsi tetangga yaitu Kalteng, “Nanti insya Allah kita akan berkunjung disana,”katanya.

Bunda Nunung panggilan akrabnya ini mengungkapkan juga, kiat-kiat membangun Dispersip memang anggarannya sedikit dulunya, walaupun dengan keterbatasan yang ada baik SDM dan anggarannya. “Tentunya, yang penting adalah bergerak dulu, dengan kemampuan yang dimiliki, tidak lain hanya ingin perpustakaan daerah di Kalsel selalu memberikan pelayanan yang terbaik terhadap masyarakat yang berkunjung disini, InsyaAllah Target kedepan akan berjalan Lancar dan Sukses,” tutupnya.

tajam.news