Kelas Lapangan TMMD Sinergitas TNI-Dispersip Kalsel di Tengah Pandemi di Pariangan

Kampung Pariangan merupakan salah satu kampung yang ada di Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan.  Kecamatan Padang Batung merupakan daerah budaya, dimana daerah ini tidak lepas dari peran sejarah dalam Pergerakan Kemerdekaan RI menghadapi penjajah. Maka tidak heran, di sekitar wilayah ini terdapat jejak-jejak peninggalan ataupun benda-benda bersejarah pada masa penjajah

Kampung Pariangan yang terletak di Desa Batu Bini, Kecamatan Padang Batung, berjarak 30 km dari pusat Kota Kandangan, Kabupaten HSS. Itu merupakan kampung yang tergolong tertinggal, kampung dengan kondisi geografis berupa dataran tinggi atau Pegunungan Meratus, sehingga menyebabkan kampung ini terisolasi. Ditambah lagi, insfrastruktur jalan yang hanya berupa jalan setapak untuk menghubungkan ke desa tetangga, yaitu Desa Malilingin.

Prajurit TNI membimbing seorang anak di Kelas Lapangan di lokasi TMMD ke-110 di Kampung Pariangan, Desa Batu Bini, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan.
Prajurit TNI membimbing seorang pelajar di Kelas Lapangan di lokasi TMMD ke-110 di Kampung Pariangan, Desa Batu Bini, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan. (KOREM 101/ANTASARI)

Program TMMD ke-110 yang dilaksanakan Kodim 1003/Kandangan terdapat dua sasaran, yaitu sasaran fisik dan non fisik. Untuk sasaran fisik berupa peningkatan jalan sepanjang 1.300 meter dengan lebar 6 meter. Ini sebagai jalan pendekat  yang menghubungkan dua desa, yaitu Kampung Pariangan dengan Desa Malilingin.

Jalan yang semula merupakan jalan setapak dengan kondisi jalan tidak rata berupa jalan ketinggian dan curam,  dibuka menjadi jalan yang dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Sasaran fisik lainnya, pembuatan jembatan gelagar baja dengan ukuran 5 m x 6 m. Jembatan yang semula bersifat sementara, diubah menjadi jembatan permanen. Terdapat juga sasaran tambahan, berupa pembuatan teras musala, tempat wudu dan gudang musala yang kondisinya sudah rusak.

Terdapat juga bedah 2 buah rumah milik masyarakat setempat agar memenuhi syarat kesehatan, dengan ukuran 4m x 6m atas usulan masyarakat dan juga pemerintah daerah, yakni milik Bapak Aran (59), pekerjaan petani dan Ibu Manasiah (74), pekerjaan petani.

Tiga anak membaca buku di Kelas Lapangan di lokasi TMMD ke-110 Kampung Pariangan, Desa Batu Bini, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan.
Tiga pelajar membaca buku di Kelas Lapangan di lokasi TMMD ke-110 Kampung Pariangan, Desa Batu Bini, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan. Buku disediakan Mobil Perpustakaan Keliling milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel yang berada di lokasi TMMD. (KOREM 101/ANTASARI)

Terdapat juga untuk sasaran non fisik, di antaranya penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan  pertanian, penyuluhan  perikanan, sosialisasi  penanggulangan bencana alam, membangun desa pariwisata. Kemudian, Posyandu, Posbindu, stunting, sosialisasi tatib lalu lintas, sosialisasi sinergi, promosi, literisasi masyarakat desa perairan dan pesisir, penyuluhan KB kesehatan dan dampak pernikahan dini serta kegiatan bakti sosial.

Program TMMD ke-110 ini berbeda dengan pelaksanaan TMMD sebelumnya. Selain dilaksanakan di masa pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum adanya tanda-tanda berakhir, TMMD 110 ini dilaksanakan sosialisasi tentang pencegahan penyebaran Covid-19 dan juga pembagian masker kepada masyarakat.  Akibat dari pandemi Covid-19 ini menimbulkan berbagai dampak di masyarakat,  ekonomi, proses belajar tatap muka pelajar di Kampung Pariangan.

Dengan kondisi geografis, ditambah lagi tidak tersedianya jaringan internet sehingga proses belajar secara daring sulit untuk dilaksanakan. Anak Kampung Pariangan masih banyak yang putus sekolah dasar ataupun tidak meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal itu dikarenakan rumah mereka menuju ke tempat sekolah yang ada di Desa Malilingin, harus memutar sejauh lebih dari 13 km, dengan melewati hutan dan ketinggian. Padahal, anak-anak Kampung Pariangan tergolong anak yang rajin dan cerdas.

Hal tersebut dibuktikan adanya kegiatan TMMD dengan bersinergitas antara TNI dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Povinsi Kalimantan Selatan dengan melakukan belajar melalui mobil perpustakaan keliling, mereka sangat antusias dalam mengikuti program belajar tersebut.

Ini merupakan kali pertama dalam pelaksanaan TMMD, dimana TNl secara langsung bersinergi dan bekerja sama dengan Dispersip Kalsel turut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa dari anak kampung yang terisolasi, di tengah-tengah pandemi Covid-19. Saat ini, sekolah masih melaksanakan kegiatan secara daring. Dengan kondisi tersebut anak-anak tidak dapat mengikuti proses belajar secara daring.

Prajurit TNI mengawal murid SD melintasi jalan di antara perbukitan di kawasan Pegunungan Meratus, Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan.
Prajurit TNI mengawal murid SD melintasi jalan di antara perbukitan di kawasan Pegunungan Meratus, Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan. (KOREM 101/ANTASARI)

Dengan kehadiran Satgas TMMD, sekaligus memberikan edukasi kepada anak-anak agar tetap belajar hingga di jenjang yang lebih tinggi. Apalagi, jarak menuju sekolah akan semakin dekat sehingga tidak perlu untuk memutar menuju tempat sekolah. Mobil Perpustakaan Keliling milik Dispersip Kalsel secara langsung didatangkan dari Banjarmasin. Mobil tersebut beroperasi hingga sampai dengan selesai kegiatan TMMD.  Dalam proses belajar tersebut, Babinsa dan Dispersip bersama-sama mengajar para anak-anak, mulai dari pekerjaan rumah dan tugas yang diberikan oleh pihak sekolah.

Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah, mengatakan, berdasarkan Undang-Undang No 34 tahun 2004 bahwa TNI mempunyai tugas pokok adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Di dalam tugas pokok tersebut terbagi menjadi dua, yaitu tugas militer untuk perang dan tugas militer selain perang.

Pelaksanaan TMMD masuk dalam tugas militer, selain perang di poin ke sembilan, yakni membantu tugas pemerintah di daerah, dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.

Lebih lanjut dengan adanya program TMMD ini, tercipta akselerasi kecepatan pembangunan daerah. Selain itu, membuka daerah-daerah yang terisolasi, maka akan tercipta kesejahteraan rakyat. Dan tidak kalah pentingnya, dengan dilaksanakan TMMD ini diharapkan tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena jalan menuju sekolah lebih dekat.

Kadispersip Kalsel, Hj Dra Nurliani Dardie, MAP, mengaku siap berperan menyukseskan TMMD ke-110, sekaligus melakukan upaya peningkatan promosi literasi, serta mencerdaskan masyarakat desa, perairan dan pesisir. Dispersip menurunkan armada Pusling dan trail yang dikerahkan ke Kabupaten HSS dan Kabupaten Tabalong.

Diketahui, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan nomor 041/6853/DISPERSIP, Rabu 23 Desember 2020 terkait sinergitas sekaligus kolaborasi Dispersip dan TNI lingkup Kalimantan Selatan kepada Danrem 101/Antasari dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa terutama di daerah terisolir yang dikemas dalam kegiatan TMMD ke 110.

Sementara itu, Staf Penrem 101/Antasari, Serka Misgianto, menyampaikan, bahwa dengan adanya Kelas Lapangan yang melibatkan pengajar dari TNl dan Dispersip, merupakan kegiatan yang sangat positif di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan anak-anak belajar di rumah melalui daring. “Kelas lapangan sangat membantu karena disiapkan buku-buku pelajaran sehari-hari, sekaligus untuk menciptakan minat baca bagi anak-anak, dan juga memberikan edukasi tentang penerapan protokol kesehatan,” ucapnya.

“Anak-anak sangat senang dengan adanya Kelas Lapangan ini. Karena selama pandemi, mereka belajar di rumah. Dengan Kelas Lapangan, mereka bisa kembali belajar bersama teman-temannya, dengan buku-buku yang telah disediakan. Inilah yang menjadi nilai tambah dan pembeda dari pelaksanaan TMMD sebelumnya,” jelasnya

“Kami berusaha untuk peka dan tanggap dengan kondisi saat ini terutama yang di rasakan oleh masyarakat sekitar, salah satunya adalah membantu anak-anak yang kesulitan dalam belajar, karena saat ini dengan adanya wabah pandemi Covid-19 anak usia sekolah belajar di rumahnya masing-masing,” ungkap Serda Mulyanto selaku pengajar Pusling.

“Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang perlu kita didik untuk menjadi pribadi yang unggul nantinya, meskipun hanya sebatas kemampuan kami berusaha semaksimal mungkin,” imbuh  Babinsa Pariangan.

Rara, salah satu anak Kampung Pariangan yang turut serta dalam belajar di Kelas Lapangan, merasa senang. “Selama pandemi tidak bisa pergi ke sekolah. Kangen sekolah, kangen sama bapak ibu guru dan  juga kawan-kawan. Baru ini kami bisa berkumpul dengan teman-teman, belajar bersama dengan Bapak Tentara dengan menerapkan protokol kesehatan,’’ ucapnya.

Sinergitas TNI-Dispersip inilah yang membuat TMMD ke-110 wilayah Kalsel berbeda dengan yang lainnya, dengan memberikan edukasi kepada anak-anak kampung terisolasi untuk tetap semangat dalam menuntut ilmu,  guna mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga terciptanya lndonesia maju.

Sumber:banjarmasin.tribunnews.com