Ini Kata Kang Maman: Mau Bahagia, Bercintalah dengan Buku!

Ada yang menarik dalam kegiatan Palenambook, yang digelar Perpuda Kalsel, di Jalan A Yani, Rabu (13/12). Yakni kehadiran seorang pria berkepala plontos yang selama ini dikenal sebagai motivator dan pengisi acara ILK (Indonesia Lawak Klup) di sebuah stasion televisi swasta. Siapa dia? Siapa lagi kalau bukan Maman Suherman atau biasa dipanggil Kang Maman!

Kedatangan Kang Maman ke Banjarmasin, selain untuk mengisi acara gemar membaca, sebenarnya juga dalam rangka nostalgia. Kepada Kanalkalimantan.com, Kang Maman mengatakan sangat senang ketika diundang ke pesta buku. “Setelah 30 tahun tahu, saat masih menjadi jurnalis salah satu media di Indonesia, akhirnya saya datang kembali ke Banjarmasin,” ujar pria kelahiran Makassar 10 November 1965 ini.

Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, memang menjadi keprihatinan Kang Maman. Data UNESCO mencatat, minat baca masyarakat Indonesia masih 0,001 persen. Selain itu, Indonesia masih masuk nomor urut ke 60 dari 61 negara literat di dunia.

Tetapi, Indonesia terus mengubah itu dengan mengadakan pesta buku seperti yang dilakukan di Perpusda Kalsel.

“Hal ini sebagai ikhtiar untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap minat membaca buku,” kata dia.

Nah, kadatangan Kang Maman ini, ceritanya juga untuk menembarkan virus literasi dan mengingatkan kembali. Sebab mayoritas masyarakat Banjarmasin beragama Islam, tentu sudah sangat familiar dengan seruan Iqro’ dalam Alqur’an.

Dia mengatakan, sangat rugi masyarakat Banjarmasin jika tidak minat membaca dan menulis. Membaca buku adalah salah satu cara melihat dunia, membaca buku dapat menjaga emosional dan membaca buku kita bisa berbicara dihadapan orang banyak dengan sistematis dan penuh analis.

“Kalau Indonesia mau hidup bahagia bercintalah dengan buku,” katanya.

Kang Maman memang memiliki latar belakang selama puluhan tahun berada dalam dunia jurnalistik. Mulai dari menjadi seorang wartawan, hingga pemimpin redaksi membuatnya memiliki kekuatan lebih dalam melawan arus sehingga terjadi perubahan.

Salah satu buktinya saat membuat konsep ILK. Di saat dunia komedi Indonesia sedang tren pada komedi panggung, ia coba menampilkan konsep komedi yang berbeda. Ia mencoba memanfaatkan kecerdasan para komedian dengan membuat forum komedi dalam lingkup ILK. (ammar)

 

Sumber : Kanal Kalimantan