Kalsel Raih Predikat Indeks Pembangunan Literasi Tertinggi, Begini Respons Kadispersip

Kalimantan Selatan disebut sebagai salah satu daerah yang indeks pembangunan literasinya tertinggi oleh Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Moh Ilham A Hamudy diwakili oleh Kepala Perpustakaan Sekjen Kemendagri Amir Machmud dalam penguatan budaya literasi yang holistik dan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Predikat itu mendapat tanggapan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, Dra Hj Nurliani MAP. “Jelas tentunya kabar tersebut sangat menyenangkan dan pastinya membanggakan sekali buat saya pribadi dan Dispersip Kalsel,” ujar Nuliani saat dihubungi via WhatsApp, Sabtu (20/3/2021).

“Semua pencapaian tersebut tentunya tidak terlepas dari kerjasama yang baik dengan semua pihak, mulai dari skateholder, media serta lintas komunitas seluruh masyarakat Kalimantan Selatan,” tambahnya.

Lebih lanjut, saat dikonfirmasi terkait pernyataan yang menyatakan bahwa tren urusan perpustakaan dalam. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi selama tiga tahun mengalami penurunan.

Nurliani menjelaskan, memang anggaran direfocusing khususnya sejak 2020 dan berjalan ke 2021. Namun, dirinya memilih tidak ambil pusing akan hal tersebut. “Memang ada refocusing di 2020 dan 2021 ini, padahal kami (Dispersip Kalsel) sudah punya program-program prioritas. Harusnya Dispersip Kalsel jangan di Refocusing, sebab, kami bersentuhan langsung dengan pelayanan publik dan visi misi Kalsel Cerdas,” ujarnya.

Terlebih dengan adanya musibah banjir beberapa waktu lalu, menurutnya, banyak sarana dan prasarana yang rusak. “Dan semoga hal tersebut bisa menjadi perhatian dan pertimbangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Kalsel,” ujarnya. Saat ini, Dispersip Kalsel memilih tetap konsisten menjalankan visi misi Kalsel Cerdas.

Kabar gembira Kalimantan Selatan disebut sebagai salah satu daerah yang indeks pembangunan literasinya tertinggi oleh Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah sampai ke Kasubag Tata Usaha Pimpinan, Kearsipan dan Protokol Dewi, Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi dan Good Governance ULM sekaligus Penulis, Dosen Ahmad Fikri Hadin, SH, LL.M dan Kasubbid Dikbud Pembina (IV/a), Bambang, SE, MA. “Luar biasa, Dispersip Kalsel di bawah nahkoda Bunda Nunung, teruskan perjuangan untuk meningkatkan minat baca dan literasi agar dapat mencapai visi misi Kalsel Cerdas. Selamat untuk Kadispersip dan Dispersip Kalsel,” ujar Bambang. Dengan apa yang sudah diraih, Bunda Nunung mengaku tidak ingin terlena dan kedepannya akan berupaya untuk mencapai tujuan.

Sumber:banjarmasin.tribunnews.com