Kalsel Raih Indeks Pembangunan Literasi Terbaik Se Indonesia

Kepala Perpustakaan Sekretaris Jenderal Kemendagri Amir Machmud menyebut Indeks pembangunan literasi Provinsi Kalimantan Selatan menjadi yang tertinggi di Indonesia. Pernyataan Amir itu mewakili Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Moh Ilham A Hamudy yang menyebutkan Provinsi Kalsel meraih nilai tertinggi salah satu indikator pembangunan literasi itu.

Menanggapi prestasi membanggakan itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel Nurliani bersyukur dan bangga karena mampu mewujudkan salah satu indeks pembangunan literasi.  “Kami bersyukur sekaligus bangga karena apa yang dilakukan selama ini mampu mendapat penilaian yang baik dari Kemendagri,” ujar Nurliani yang akrab disapa Bunda Nunung, Senin (23/3/2021).

Pencapaian itu, kata dia tidak terlepas dari kerja sama yang baik bersama seluruh pihak mulai dari pemangku kepentingan, media dan lintas komunitas seluruh masyarakat.

Ditekankan, semuanya tidak akan terwujud jika tidak mendapat bantuan dan dukungan berbagai pihak serta dukungan internal jajaran Dispersip Kalsel sehingga bisa meraih penilaian maksimal tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu dan mendukung program sehingga mampu mendapat penilaian terbaik yang tentu sangat membanggakan,” ujar Bunda Nunung sapaan akrab Nurliani.

Menurut dia, meski pun anggaran 2020 dan 2021 mengalami beberapa kali refocusing tetapi jajaran Dispersip Kalsel konsisten menjalankan visi-misi Kalsel cerdas memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. “Anggaran Dispersip Kalsel beberapa kali refocusing padahal kami sudah menyiapkan program-program yang menjadi prioritas terkait pelayanan publik dan mewujudkan visi misi Kalsel cerdas,” ucapnya.

Ditekankan, terkait peran Dispersip Kalsel dalam menjalankan visi-misi Kalsel cerdas, diharapkan agar hal itu menjadi perhatian khusus sekaligus bahan pertimbangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kalsel. “Harapan kami, anggaran Dispersip Kalsel menjadi perhatian dan bahan pertimbangan TAPD Kalsel dan bagi kami, meski ditengah keterbatasan tetapi tidak terlena dan berkomitmen meraih prestasi,” tegasnya.

Pencapaian IPLT Kalsel itu, mendapat tanggapan dari pegiat literasi Kalsel seperti Kasubbid Dikbud Bambang dan Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi dan Good Governance ULM sekaligus Penulis, Dosen Ahmad Fikri Hadin. “Dispersip Kalsel di bawah nahkoda Bunda Nunung, luar biasa. Teruskan perjuangan meningkatkan minat baca dan literasi agar dapat mewujudkan visi misi Kalsel Cerdas. Selamat untuk kadispersip dan dispersip,” katanya.

Meski, keberhasilan ini diakui Nurliani mendapatkan banyak apresiasi bahkan pujian dari berbagai pihak yang selalu mendukung Dispersip Kalsel, Ia menegaskan tidak mau berpuas diri. “Alhamdulilah, kita banyak dapat apresiasi atas kinerja kita, tapi kita tidak akan berpuas diri. Semua untuk masyarakat Banua,” tutupnya.

Dari data Perpusnas, Kalsel tercatat meraih indeks pembangunan literasi diperingkat pertama dengan angka 48,7 persen, lalu disusul Bangka Belitung dengan angka 28,83 dan diperingkat ketiga yakni Gorontalo dengan angka  28,18 persen.

Sumber:rri.co.id