Kalsel Literasi Tertinggi di Indonesia dengan Angka 48,7

Berdasarkan Rakor Nasional Bidang Perpustakaan Tahun 2021 yang digelar secara virtual pada Senin (21/3/2021) dan langsung dipimpin oleh Kepala Perpustakaan Sekretariat Jenderal (Setjend) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Amir Machmud, mewakili Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Moh Ilham A. Hamudy, dinyatakan bahwa Provinsi Kalsel memiliki indeks pembangunan literasi tertinggi di Indonesia dengan angka 48,7.

Urutan kedua diduduki oleh Provinsi Bangka Belitung angka 28,83. Lalu diperingkat ketiga ada Provinsi Gorontalo dengan angka 28,18, disusul Provinsi Kaltim dengan angka 20,78 dan DKI Jakarta dengan angka 18,91.

Hal ini langsung mendapat apresiasi penuh oleh Muhammad Syaripuddin yang merupakan Wakil Ketua DPRD Prov. Kalsel.

“Usaha memang tidak menghianati hasil, itu kalimat yang tepat untuk menggambarkan Dispersip Kalsel, penuh inovasi, penuh semangat dan berani out of box” ujar Bang Dhin, sapaan akrab wakil Ketua DPRD Kalsel ini, yang begitu bangga dengan pencapaian Dispersip Kalsel.

Sayangnya, pencapaian luar biasa ini tidak diikuti oleh ketersediaan anggaran. Rasio urusan perpustakaan terhadap total belanja dalam APBD Provinsi hanya menempati urutan ke 8 di antara seluruh Provinsi Kalsel. Anggaran dari Dispersip Kalsel pun harus beberapa kali terdampak refokus anggaran akibat pandemi Covid-19.

“Itulah istimewanya Dispersip Kalsel dengan ibu Nunung sebagai Nakhodanya, anggaran sedikit tapi tetap melesat. Itu berkat langkah cerdas ibu Nunung. Kalau anggaran banyak dan  pencapaian tinggi itu biasa-biasa saja, tapi dengan anggaran sedikit, tapi bisa menjadi terbaik se Indonesia itu yang harus diacungi jempol. SKPD lain harus belajar banyak dari Ibu Nunung,” ucap Bang Dhin

Sebagai penutup Bang Dhin berharap ke depan, semoga Pemerintah Provinsi bisa mengakomodir SKPD berprestasi seperti ini, dengan memberikan anggaran yang cukup sebagai reward atas pencapaian.

mediaprospek.com