Kalsel Book Fair Kembali Digelar di Banjarbaru, Jangan Lupa Catat Tanggalnya!

Saatnya masyarakat Kalsel cerdas melalui rajin membaca. Nah, jika memang haus bacaan, nantikan Kalsel Book Fair pada 31 Maret sampai 9 April mendatang di Lapangan Murdjani Banjarbaru.

Selama 10 hari itu, Kalsel Book Fair buka mulai pukul 08.30 sampai 22.00 Wita. Tak hanya aneka buku murah yang bisa didapatkan, juga beragam perlombaan yang menghibur.

Ada penampilan pelajar dengan aksinya masing-masing, lomba madihin, lomba bakisah dan juga lomba bapantun.

Selain itu, ada talkhsow yang menghadirkan Najwa Shihab, presenter TV yang juga sebagai Duta Baca Indonesia.

Kemudian ada workshop yang narasumbernya Helvy Tiana Rosa, seorang penulis dan juga guru.

Kalsel Book Fair ini digelar oleh Perpustakaan Daerah dan Kearsipan Propinsi Kalsel, bekerjasama dengan Boostcorp selaku event organizer. Juga didukung media partner;
Banjarmasin Post, BPost Radio, Smart FM.

Kepala Perpusda dan Kearsipan Provinsi Kalsel, Norliani Dardie mengatakan, membaca langkah awal menuju Kalsel cerdas. Ini sesuai tema “Transformasi Perpustakaan Dalam Rangka Menuju Kalsel Cerdas”.

“Untuk menggalakkan promosi gemar membaca, maka pemerintah harus meningkatkan kuantitas dan kualitas layanan perpustakaan,” jelasnya.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mempromosikan minat baca. Selain menyediakan koleksi buku sesuai standar dan berorientasi kebutuhan pepustakaaan, juga memfasilitasi ketersediaan buku murah dan berkualitas serta beragam. Dengan begitu akan mendekatkan buku dengan masyarakat.

Sebagaimana amanat UU 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan pasal 7 dan 8 bahwa pemerintah berkewajiban antara lain menggalakkan promosi gemar membaca.

“Ini betapa pentingnya prioritas menuju Kalsel cerdas. Betapa pentingnya misi mengembangkan sumberdaya manusia bila itu sangat utama dan ditempatkan di nomor satu,” jelasnya.

Intinya untuk mencapai visi Kalsel nomor 1 sampai 9 dan untuk mencapai prioritas kalsel 1 sampai 13 itu diawali dari misi dan prioritas yang nomor 1.

“Maju tidaknya suatu bangsa, suatu daerah itu sangat ditentukan oleh political will kepala negara dan kepala daerah. Itu kenapa kepala daerah kita menempatkan isu itu sebagai misi pertama yang prioritas,” tandasnya.

 

Sumber : Tribun Banjarbaru