Kadispersip Kalsel : Pentingnya Peran Guru dan Pustakawan dalam Penguatan Gerakan Literasi Sekolah

Kadispersip Kalsel : Pentingnya Peran Guru dan Pustakawan dalam Penguatan Gerakan Literasi Sekolah

SMA Negeri 1 Kintap adalah sekolah yang terletak 130 km dari ibukota Provinsi Kalimantan Selatan. Ada beberapa penghargaan yang diraih oleh SMA Negeri 1 Kintap selama dipimpin oleh bapak Aries Eko Wibowo, S.Pd, MM yakni Sekolah Model, Sekolah Kewirausahaan, Sekolah Adiwiyata Nasional pada tahu 2019.

Program unggulan SMA Negeri 1 Kintap yang dilaksanakan saat ini adalah:
1. Persiapan menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional
2. Sekolah Kewirausahaan Berkarakter
3. School Forest – Hutan Sekolah
4. Sekolah Literasi

Program Sekolah Literasi, SMA Negeri 1 Kintap telah membuat pojok-pojok baca, guru dan siswa membuat Karya Rekam dan karya Cetak. Untuk mendukung Program Literasi SMA Negeri 1  Kintap mendapat kunjungan langsung dari  Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan Dra Hj Nurliani Dardie M.AP, melihat langsung program literasi di SMA Negeri 1 Kintap sekaligus memberikan Penghargaan kepada Kepala Sekolah dan Guru dalam rangka pembuatan Karya Rekam dan Karya Cetak. Hal ini adalah sejarah bagi keluarga besar SMA Negeri 1 Kintap, Jumat (26/3). Semoga dengan penghargaan tersebut akan lebih memotivasi bagi guru dan siswa dalam menulis, sesuai program sekolah yang dicanangkan yakni, “satu tahun untuk menulis” bagi guru dan siswa.

Dengan kehadiran Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan dapat Meningkatkan Budaya Literasi di masa pandemi sebagai Momentum Paradigma Pendidikan di SMA Negeri 1 Kintap.

Sementara Bunda Nunung mengatakan, “Literasi telah banyak diterapkan disekolah-sekolah sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa, serta meningkatkan mutu pendidikan, bahkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Sudah banyak sekolah yang menerapkan gerakan literasi, ini terbukti dengan adanya pojok baca di setiap kelas, biasanya pihak sekolah mewajibkan pada murid-muridnya untuk membaca 15 menit buku bacaan terlebih dahulu sebelum pelajaran dimulai,” ujar Bunda Nunung sapaan akrabnya.

“Kegiatan membaca dapat membaca pada anak dengan proses pendekatan yang meliputi tahapan membaca tahapan persiapan membaca, kegiatan membaca tahap merespon, tahap mengeksplor bacaan dan tahap memperdalam interprestasi,” pungkas Bunda Nunung.

Sumber:liputan4.com