Kabar Terbaru Untuk Masyarakat, Dispersip Kalsel Akan Gelar Talkshow Virtual Bertani Asyik Generasi Milenial

Seperti tidak ada kehabisan ide Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), selalu melakukan gebrakan demi gebrakan yang sangat mencengangkan orang banyak tentunya, salah satunya disaat Pendemi Covid-19 Dispersip Kalsel tambah semangatkan mengiatkan Literasi di Banua kita yang tercinta. Tema demi tema diusung diacara Talksow Virtual sangat beragam dan yang pastinya sangat keren sesuai dengan trend saat ini. Perlu diketahui oleh masyarakat ada kabar terbaru, pada tanggal (24/09/2020) diakhir September Ceria Dispersip Kalsel akan menggelar atau mengadakan Talkshow Virtual tentang Hidroponik yang dikemas dengan tema Bertani Asyik Generasi Milenial.

Kepala dispersip Kalsel Dra. Hj. Nurliani, M.AP mengatakan talkshow kali ini mengangkat tema Bertani Asyik Generasi Milenial dengan materi Sharing pengalaman dari para Narasumber dari Pelaku Usaha Hidroponik di Daerah sampai Pelaku Usaha Hidroponik Nasional, serta kita juga menghadirkan pakar Hidroponik dari Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat.

Bunda Nunung Panggilan akrab Kadispersip Kalsel juga menyampaikan, bahwa regenerasi petani merupakan menjadi salah satu faktor kunci untuk kemajuan dan modernisasi pertanian.

Pada Talkshow virtual ini akan ada tiga topik yaitu teknik dasar hidroponik yang akan disampaikan oleh Dr. Joko Purnomo, S.P., M.P selaku Ketua Program studi Agronomi Fakultas Pertanian ULM, dan Topik Edible Flower yang akan disampaikan oleh Eva Lasti Apriyani Madarona, S.Hum selaku Owner Ijo Hydro dan Pengusaha Edible Flower Bandung serta dr. Toto Tri Hartanto dengan Topik Peluang Usaha Hidroponik selaku owner di dr. Farm Hidroponik Pelaihari. “Jadi Acara ini tidak akan berjalan lancar tanpa kehadiran seorang moderator, dan kali ini moderator talkhow virtual Bertani Asyik Generasi Milenial yaitu Dosen Prodik Agronomi Faperta ULM Indya Dewi, S.P., M.,Si yang memiliki keahlian di bidang Keteknikan Pertanian,”ujarnya kepada tajam.news, Selasa (22/9).

Bunda Nunung Panggilan akrab Kadispersip Kalsel menyampaikan juga, bahwa regenerasi petani merupakan menjadi salah satu faktor kunci untuk kemajuan dan modernisasi pertanian. Melalui regenerasi, penggarapan lahan, proses produksi, dan agrobisnis akan dijalankan oleh kaum milenial yang biasanya bekerja lebih produktif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi. Kian tumbuhnya minat generasi milenial yang tertarik disektor pertanian merupakan modal yang sangat besar, hal ini tentu merupakan kerja bareng semua unsur dalam mempercepat terwujudnya generasi milenial. Saat ini generasi milenial bidang pertanian tak hanya sekedar bertani namun juga cerdas berwirausaha tani dengan memanfaatkan teknologi digital. Hidupnya pertanian adalah hidupnya bangsa termasuk generasi milenial yang perlu dibutuhkan dimasa mendatang nantinya.

Diketahui juga, Saat ini kita dihadapkan dengan paradigma baru, yaitu cloud digital. Punya anak milenial yang dapat hubungkan awan digital dengan pertanian maka dunia dalam genggaman. “Kita berharap para generasi milenial banua harus cerdas dalam mencari peluang bisnis mereka yang telah terjun dan mencintai dunia pertanian akan makin menguasai bagaimana mengembangkan pertanian mulai dari hulu sampai hilirnya untuk menjadikan sebagai peluang bisnis. Apalagi ditambah dengan memanfaatkan teknologi digital akan makin menjanjikan tentunya,”pungkasnya.

tajam.news