Jika Tidak Di Jaga Arsip Hilang Aset Melayang

 Arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Penyelenggaraan kearsipan bertujuan untuk menjamin terciptanya arsip, ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya, terwujudnya pengelolaan arsip yang andal, pelindungan kepentingan negara dan hak-hak keperdataan, keselamatan dan keamanan arsip, keselamatan aset nasional dan mendinamiskan penyelenggaraan kearsipan nasional, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dalam hal ini Dispersip Prov.Kalsel mengadakan Webinar via Zoom dengan tema “Sosialisasi Penyelamatan Arsip Pasca Banjir”.  Dengan di kepalai langsung oleh Kadispersip Kalsel Nurliani Dadie, dengan mendapatkan kunjungan partisipan webinar sebanyak 1.825 peserta. Rabu (17/3)

Agar Tujuan tersebut dapat tercapai, maka diperlukan penyelenggaraan kearsipan yang sesuai dengan prinsip, kaidah dan standar kearsipan.

Bagi Kadispersip Kalsel Nurliani Dadie. Pelindungan dan penyelamatan arsip adalah langkah pelindungan dan penyelamatan arsip oleh negara bagi arsip yang dinyatakan sebagai arsip milik negara.

“Arsip Yang Keberadaannya di dalam maupun di luar wilayah negara kesatuan Republik Indonesia sebagai bahan pertanggungjawaban nasional dari kemungkinan kehilangan, kerusakan arsip yang disebabkan oleh faktor alam, biologi, fisika dan tindakan terorisme, spionase, sabotase, perang dan perbuatan vandalisme lainnya”. Ujarnya

Disampaikan oleh bunda bahwa sosialisasi yang kita laksanakan hari ini adalah terkait dengan penyelamatan arsip pasca bencana dimana sebagaimana diamanatkan dalam UU 43/2009, tentang kearsipan pasal 34 ayat 6

“Bahwa perlindungan dan penyelamatan arsip akibat bencana yang tidak dinyatakan sebagai bencana nasional dilaksanakan oleh pencipta arsip, arsip daerah provinsi, dan/atau arsip daerah kabupaten/kota yang berkoordinasi dengan BNPB”. Katanya

Ditambahnya lagi dengan adanya musibah banjir yang melanda wilayah Provinsi Kalimantan selatan dan beberapa daerah lainnya di Indonesia yang belum lama ini mengalami bencana alam berupa banjir. Ungkapnya

“Bencana alam seperti banjir  yang telah mengakibatkan lumpuhnya beberapa sendi kehidupan masyarakat, termasuk terdapatnya korban jiwa. Salah satu unsur yang penting setelah  manusia yang rusak akibat bencana banjir adalah Arsip” Ucapnya.

Dengan adanya musibah banjir yang melanda Prov. Kalsel keberadaan arsip sendiri sangat  terancam keselamatannya akibat bencana banjir, padahal arsip merupakan aset berharga bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Berdasarkan data kejadian dan dampak banjir di Provinsi Kalimantan selatan di tahun 2021 dari BPBD Provinsi Kalimatan Selatan per tanggal 1 Maret 202, bahwa dari 13 kabupaten/kota yang terdampak banjir mrlendapatkan jumlah korban meninggal sebanyak 46 Orang, luka 5 orang, sebanyak 176.290 kepala keluarga (kk), sebanyak 633.723 jiwa dan total pengungsi sebanyak 135.656 jiwa. Sedangkan untuk kerusakan rumah sebanyak 123.410 buah, sekolah 1.435 buah, tempat ibasarana kesehatanSarana Kesehatan 360 buah, jembatan 129 buah serta jalan sepanjang -+ 1.851 km. Bebernya

Bunda Nunung pun meminta agar seluruh jajaran SKPD dilingkungan pemerintah provinsi Kalimantan Selatan untuk dapat bekerja sama dalam melakukan penyelamatan Kegiatan pengamanan dokumen. karena ada istilah menyebutkan . “ Arsip Hilang Asset Melayang“ Pungkasnya.

Sumber:lensabanuaaa.blogspot.com