Jangan Lewatkan! Aksi Duo Penyair Banua di Perpustakaan Pal Enam

Sastrawan Kalimantan Selatan yang tergabung dalam Forum Kajian Sastra Banjarmasin akan menyelenggarakan Dialektika Sastra Palnam, Jumat (5/5/2017) malam.

Acara mulai pukul 20.30 Wita itu bertempat di beranda Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan Ahmad Yani Km 6 (Pal Enam) samping Gerbang Kota Banjarmasin.

Dialektika Sastra Palnam merupakan kelanjutan kegiatan kesenian sebelumnya yang bertajuk Dialektika Sastra Menara Pandang.

Acara ini sebelumnya diadakan setiap bulan di Siring Menara Pandang, menghadirkan tokoh-tokoh penyair Kalimantan Selatan.

Setiap bulan, sejak September 2015 hingga Mei 2016 atau sebanyak 8 kali selama 9 bulan, dua penyair mewakili penyair senior yang telah malang melintang di dunia syair Kalimantan Selatan dan penyair junior yang berprestasi dihadirkan untuk diapresiasi karya-karyanya.

Karya-karya mereka berdua dibacakan dan dibicarakan sesama mereka dan oleh penyair-penyair maupun pecinta sastra yang hadir pada setiap acara.

Kegiatan ini mendapat apresiasi yang besar pada setiap penyelenggaraannya, dengan dihadiri para penyair senior dan junior serta publik pecinta sastra yang datang dari kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Selatan.

Bahkan beberapa penyair dari luar daerah yang kebetulan singgah di Banjarmasin menyempatkan hadir dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini.

Sumasno Hadi, Dosen Prodi Sendratasik ULM dan salah seorang penggagas kegiatan ini, menyatakan, setelah sekian waktu absen, alhamdulillah di awal Mei ini Dialektika Sastra’ dapat hadir kembali.

“Dialektika Sastra adalah salah satu dari sekian banyak kemungkinan kegiatan sastra lainnya yang bisa dikerjakan bagi kehidupan kebudayaan kita. Karena nilai potensialitasnya bagi kehidupan sastra di banua, maka Dialektika Sastra perlu dilanjutkan,” ungkapnya.

Micky Hidayat, penyair senior Kalimantan Selatan yang juga koordinator kegiatan, menambahkan, Dialektika Sastra Edisi ke-9 ini ada beberapa perbedaan kondisi dan format.

“Pertama, sebelumnya mengusung Dialektika Sastra Menara Pandang sebagai nama kegiatan, maka mulai edisi ke-9 dan seterusnya akan berubah menjadi Dialektika Sastra Palnam. Ini dalam rangka penyegaran,” ujarnya.

Mengenai isi kegiatan, Micky menyebutkan, selain mempertahan konsep duo penyair yang dipanggungkan dan diapresiasi karya-karya puisi mereka, juga akan diperkaya konsep lain seperti penggalian tokoh, musik puisi, teaterikalisasi puisi dan lainnya.

Dalam kegiatan perdana ini penyair yang dipanggungkan adalah Penyair Iberamsyah Barbary dan Syarif Hidayatullah.

Kegiatan ini juga didukung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan. Kepala Dinasnya, Nurliani H Dardie atau yang akrab dipanggil Bunda Nunung menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan ini.

“Selain untuk meramaikan ragam kegiatan perpustakaan, juga sebagai wujud apresiasi terhadap kegiatan literasi (sastra) di Kalimantan Selatan. Kami berharap tidak hanya sastrawan-penyair saja yang datang, tapi semua lapisan masyarakat diharapkan bisa menghadiri dan mengapresiasi karya-karya sastra di daerah kita. Ini juga sebagai upaya mendekatkan masyarakat dengan perpustakaan sebagai basis literasi, di mana orang-orang tidak sekadar mencari bahan bacaan tapi lebih jauh dapatkan melibatkan diri dalam perkembangan budaya literasi di banua yang kita cintai ini.”

Sumber : Tribun KalselĀ