Indeks Pembangunan Literasi Kalsel Tertinggi, Berikut 5 Besar Se Indonesia

Upaya gencar promosi literasi Dinas Perpustakaan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendongkrak indeks pembangunan literasi Kalsel disebut menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perpustakaan Sekretariat Jenderal (Setjend) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Amir Machmud, mewakili Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Moh Ilham A. Hamudy. Juga disampaikan Drs H Suhajar Diantoro Msi, Staf Ahli Menteri Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan mewakili Menteri Dalam Negri Prof Drs H Muhammad Tito Karnavian MA PhD, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional Bidang Perpustakaan tahun 2021, di hadapan ribuan peserta rakor secara virtual, Senin (21/3/2021).

Indeks pembangunan literasi masyarakat tertinggi ada di Provinsi Kalsel dengan angka 48,7. Provinsi Bangka Belitung peringkat kedua indeks pembangunan literasi masyarakat dengan angka 28,83.

Sementara peringkat ketiga ada Provinsi Gorontalo dengan angka 28,18, disusul Provinsi Kaltim dengan angka 20,78, DKI Jakarta dengan angka 18,91.

Kadispersip Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie menunjukan data indeks pembangunan literasi Kalsel disebut menjadi yang tertinggi di Indonesia. Foto: dispersip kalsel

Menanggapi penilaian raihan itu, Kepala Dispersip Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie bersyukur dan bangga karena mampu meraihnya. “Hal itu tentu berkat dukungan dan kerjasama yang baik dengan semua pihak, hingga seluruh masyarakat Kalsel tanpa kecuali,” ungkap Nurliani, Senin (22/3/2021). Ditambahkannya, prestasi ini juga berkat dukungan internal semua jajaran Dispersip Kalsel. “Terima kasih kepada semua pihak yang membantu dan mendukung program Dispersip,” paparnya.

Menurut Kepala Dispersip Kalsel, meski anggaran beberapa kali dipangkas, baik di tahun 2020 dan 2021 akibat pandemi, tetapi pihaknya tetap konsisten menjalankan program promosi literasi. “Anggaran kita beberapa kali dilakukan refocusing, padahal kami sudah menyiapkan program-program yang menjadi prioritas terkait pelayanan publik dan untuk mewujudkan visi misi Kalsel Cerdas,” ucapnya.

Diharapkannya, anggaran Dispersip Kalsel berikutnya bisa menjadi perhatian dan bahan pertimbangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Sumber:kanalkalimantan.com