Hulu Sungai Utara Bakal Jadi Proyek Percontohan Nasional Program PBIS

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan Nurliani Dardie mengapresiasi kemajuan perpustakaan daerah di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang sudah menerapkan layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial “Walaupun HSU ditunjuk sebagai penerima manfaat perpustakaan berbasis inklusi sosial tapi Insya Allah akan jadi project percontohan Nasional,” ujar Kepala Dispersip HSU Nurliani di Amuntai, Rabu (30/9).

Nurliani mengatakan, meski baru saja di tunjuk sebagai penerima manfaat Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (PBIS) namun Perpustakaan di HSU berpeluang menjadi proyek percontohan Nasional. Sementara, katanya, empat kabupaten lain yang sudah lama ditunjuk sebagai penerima manfaat PBIS tidak menunjukan perkembangan yang diinginkan.

Nurliani mengatakan, melalui PBIS ditingkatkan  literasi informasi berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat  memperkuat peran dan fungsi perpustakaan, agar tidak hanya sekadar tempat penyimpanan dan peminjaman buku, tapi menjadi wahana pembelajaran sepanjang hayat dan pemberdayaan masyarakat. Dikatakan, PBIS merupakan perpustakaan yang menyentuh masyarakat secara langsung dalam berbagai kelompok seperti pertanian, perikanan (nelayan), kerajinan tangan dan sebagainya.

Kepala Dispersip HSU Lailatanur Raudah mengatakan, Dispersip HSU mulai mengembangkan PBIS diantaranya dengan melaksanakan pelatihan menjahit di Desa Sungai Namang untuk ibu rumah tangga, remaja putri dan kader desa. “Ternyata dampak dari kegiatan ini luar biasa,.mereka bisa membuat pakaian  seperti daster, blus, taplak meja, masker dan lainnya,” terang Lailatanur.
Laila menambahkan, masih banyak kegiatan Dispersip dengan komunitas purun di Desa Tampakang yang lokasinya lumayan terpencil di Kecamatan Paminggir.

kalsel.antaranews.com