Hari Pertama Buka Perpus Kedatangan 75 Orang Pemustaka

Semenjak di publish oleh media online secara masif sejak beberapa hari kemarin berita tentang pembukaan layanan Perpus Palnam dan Tendean ternyata telah sampai kepada pemustaka, hal ini terbukti kunjungan pada hari senin (6/07). Layanan baca dan pinjam buku di Perpus Pal Nam dan Perpus Tendean telah dikunjungi sebanyak 75 pemustaka.

Salah satu pengunjung Rekma fitriana sebagai pekerja sosial di Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan saat ditanya bagaimana kesan pada perpus palanam dan tendean tutup selama tiga bulan di masa pendemik dan dibuka kembali mengatakan bahwa selama tiga bulan perpustakaann di tutup Rekma merasa sedih karena terhambat dengan adanya pandemic jadinya saya tidak bisa, memungkinkan untuk saya belajar dan membaca di perpuspalnam.

Saat dikonfirmasi “Khusnul Khatimah, SKM” staf pelayanan perpus palnam perihal layanan hari ini, menjelaskan bahwa di Perpus Palnam telah menerapkan protokol kesehatan dengan “mengecek suhu tubuh pengunjung, mewajibkan mencuci tangan memekai sabun pada wastafel yang telah disediakan, mewajibkan memakai masker, menjaga jarak, pengunjung juga hanya di persilahkan duduk dan membaca tanpa harus mencari buku langsung ke rak buku agar buku di rak tidak banyak tangan yang menyentuhnya” ujarnya.

Hal tersebut didukung oleh Rekma bahwa pelayanan Perpus Palnam sudah sangat bagus sekali karna prinsipnya harus tetap mematuhi protocol kesehatan, jika kita tidak mengikuti protokol kesehatan tersebut maka kita tidak dapat mengikuti kenormalan baru.

Sebagaimana diinformasikan oleh Kepala Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan Dra. Hj. Nurliani, M.AP mengatakan pembukaan layanan ini setelah surat permohonan perpustakaan sesuai protokol Covid kepada Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kalsel telah disetujui dan ditandatangi beliau sesuai surat nomor : 360/603/BPPD/2020 tanggal 30 Juni 2020.

Dispersip tetap melakukan pembatasan jumlah hanya 100 orang per hari dan waktu berkunjung hanya selama 6 (enam) jam. Adapun jadwalnya Senin sampai Kamis sejak pukul:09.00-15.00 Wita.

Selanjutnya Jumat pukul: 08.30 – 11.00 Wita (hanya 2,5 Jam) Sedangkan hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional tutup tidak melakukan layanan publik.

Khusus pengunjung diwajibkan mengikuti seluruh protokol kesehatan sesuai aturan yang berlaku untuk mencegah penularan Covid-19 yaitu dalam keadaan sehat ketika berkunjung, wajib memakai masker, suhu tubuh tidak melebihi 37,5 derajat celcius, mencuci tangan memakai sabun sebelum dan sesudah masuk gedung layanan.

Meski dibatasi dengan jumlah 100 orang pengunjung setiap harinya, Bunda Nunung berharap agar para pengunjung tetap mentaati peraturan protokol kesehatan, sehingga perpustakaan tetap menjadi tempat yang aman bagi pustakawan dan pemustaka dimasa pandemi ini.

Perihal jumlah pengunjung hari ini hanya 75 orang Bunda Nunung memakluminya dikarenakan pemustaka masih konsentrasi pendaftaran masuk sekolah dan Pergurutan tinggi diminggu ini serta baru hari pertama buka setelah 105 hari libur, Beliau menyampaikan bahwa Perpustakaan dimasa sekarang telah bertransformasi dengan Inklusi Sosial, Perpustakaan bukan hanya tempat untuk membaca namun telah menjelma menjadi tempat berkegiatan, pengembangan budaya, sosial, wadah berdiskusi dan sebagai wisata literasi dikalangan masyarakat.

“Semoga dengan dibukanya kembali Perpus Palnam akan meningkatkan kembali minat baca dan kreativitas masyarakat untuk tetap semangat menghadapi pandemi ini, perpustakaan harus berkreasi dengan segala cara dalam melayani pemustaka sehingga amanah mencerdaskan kehidupan bangsa dapat tercapai sesuai harapan” pungkasnya.

infobanua.co.id