Habis Masa Retensi Arsip, Dispersip Kalsel Musnahkan 21.487 Berkas

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Dispersip Kalsel) selama dipimpin figur Nurliani Dardie terus melakukan aksi bersih-bersih berkas lama untuk dimusnahkan. Kali ini Dispersip Kalsel melakukan pemusnahan sebanyak 21.487 berkas usang yang telah habis masa retensi arsip dari beberapa SKPD lingkup Pemprov Kalsel, Selasa (17/11/2020) mendatang. Mulai, dari berkas Inspektorat, Dinas Kehutanan, Dinas perkebunan Dati 1 Kalsel, Biro Umum, Biro Keuangan, dan Biro Pembangunan Daerah Sekretariat Wilayah, Daerah tingkat 1 Kalsel.

Kepala Dispersip Kalsel,Nurliani Dardie, menjelaskan jika tidak ada aral maka acara pemusnahan kearsipan lawas pada tiap SKPD di Dispersip Kalsel. Dimusnahkan arsip lawas itu, dijelaskan Hj Nurliani Dardie, adalah karena sudah lewat masa usia atau sudah lewat masa retensinya. Dijelaskan perempuan yang akrab disapa Bunda Nunung itu, memang dalam pemusnahan arsip tidak sembarang memusnahkan. “Harus sesuai masa retensi arsip. Arsip keuangan misalnya itu masa retensinya 10 tahun dan arsip kepegawaian 5 tahun,” kata dia.

Untuk proses pemusnahan, sambungnya maka Dispersip membentuk tim penilai dan tim pemusnahan arsip dengan SK Gubernur yang kemudian tim bekerja melakukan penilaian terhadap arsip yang akan diusulkan untuk dimusnahkan. “Kalau masa retensinya di atas 10 tahun maka kita memerlukan persetujuan Arsip Nasional. Setelah Arsip Nasional memberikan rekomendasi maka nanti gubernur akan membuat SK lagi untuk penghapusan arsip,” kata dia.

Pihaknya, terus lakukan pemusnahan arsip secara bertahap. Dari catatan sejarah, Bunda Nunung di tahun ini sudah melakukan dua kali pemusnahan arsip usang. Sebelumnya dimusnahkan 26.5858 berkas, dan Selasa nanti sebanyak 21.487 berkas dan ini merupakan pemusnahan terbesar sepanjang sejarahnya.

jejakrekam.com