Gerakan Literasi Nasional, Gerakan Bersama Demi Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Indonesia adalah Negara yang besar karena memiliki sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) berlimpah. Sumber daya tersebut merupakan potensi besar yang dapat menghantarkan Indonesia ke posisi sebagai negara maju di dunia. Namun, sampai saat ini, Indonesia masih masuk dalam kategori negara berkembang yang terus berupaya membebaskan diri dari sejumlah masalah, terutama masalah peningkatan kualitas SDM.

Masalah kualitas SDM tersebut berpotensi menghambat kemajuan Indonesia. Sebagai Negara yang besar, Indonesia harus dapat mengembangkan budaya literasi. Budaya literasi merupakan kecakapan hidup yang diperlukan di abad ke-21 yang harus dimiliki generasi penerus bangsa. Hal tersebut harus dimulai dari lingkungan terkecil seperti keluarga, kemudian sekolah, sampai dengan lingkungan masyarakat. Abad ke-21 membutuhkan anak-anak yang mampu berfikir kritis, kreatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi. Abad ini menuntut orang tua untuk mendampingi anak-anaknya mampu menguasai kecakapan beragam literasi (multiliterasi).

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar talk show virtual tema “Promosi Minat Baca dan Kecerdasan Literasi”, Selasa (6/4/2021) siang. Menjadi narasumber pada webinar ke-25 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Selatan, Kepala Kepolisian Daerah Kalsel

Gerakan Literasi Nasional, Gerakan Bersama Demi Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimatan Selatan Hj Dra Nurliani Dardie M.AP saat mengikuti Webinar bersama Kapolda Kalsel Irjen Pol Drs Rikwanto SH M.Hum (poto istimewa)

Irjen Pol Drs Rikwanto SH, M.Hum mengajak seluruh pihak berperan dalam meningkatkan literasi di Indonesia. “Di masyarakat kita minat baca itu kurang, namun minat ghibahnya luar biasa. Kalau mau menyalahkan, ya banyak. Daripada menyalahkan, lebih baik memperbaiki diri dimulai dari kita sebagai orang tua, guru, ataupun sistem pendidikan yang dibuat pemerintah,” kata Irjen Pol Drs Rikwanto SH, M.Hum.

Didasarkan hasil riset Programme for International Student Assessment (PISA), Irjen  Pol Drs Rikwanto M.Hum, menyebutkan di tahun 2018 tingkat literasi di Indonesia berada di peringkat 74 dari 78 negara dengan skor 371.

“Saat ini Indonesia memasuki urutan ke-60 literasi membaca. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membangun budaya literasi, seperti mengkondisikan lingkungan, mengupayakan lingkungan sosial dan afektif serta menjadikan sekolah sebagai lingkungan akademik yang literal,” kata Kapolda Kalsel.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimatan Selatan Hj Dra Nurliani Dardie M.AP mengatakan dengan peningkatan kecerdasan literasi sejalan dengan perkembangan kecerdasan logika, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan lain sebagainya. “Dengan kecerdasan literasi yang baik diharapkan kita tidak mudah terpancing oleh opini dan aliran yang menyesatkan,” kata Bunda Nunung sapaan akrab Kadispersip.

Ia menilai untuk meningkatkan kecerdasan literasi, diperlukan sinergi dari semua pihak. Sebagaimana ditegaskan Kapolda, dalam membangun budaya literasi pada masyarakat perlu upaya masif dan terus menerus. “Untuk itu, kami segera menjajaki kerja sama dengan jajaran Polres hingga Polsek yang ada di Kalimantan Selatan, untuk bermitra dengan Babinkamtibmas guna mendekatkan buku kepada masyarakat,” pungkas Bunda Nunung.

Sumber:liputan4.com