Gencar Manfaatkan Media, Dispersip Kalsel Terus Promosikan Budaya Literasi

Masih terjadinya pandemi Covid-19, tidak membuat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berdiam diri, namun tetap aktif menggaungkan budaya literasi di Banua.

Selain rutin menggelar sedaring dengan menghadirkan berbagai narasumber dan membahas topik terkini, sebagai implementasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, Dispersip Kalsel juga tetap memaksimalkan pelayanan di Perpustakaan Palnam, baik layanan baca dan pinjam buku di perpustakaan umum maupun anak, dengan menerapkan protokol kesehatan.

Setiap hari, perpustakaan di bawah naungan Dispersip kalsel ini menerima rata-rata 90 sampai 100 pengunjung, dari berbagai instansi pendidikan hingga pengunjung umum, namun tetap dibatasi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami batasi maksinal 100 orang pehari, itu pun kami sarankan agar dibaca di luar ruangan, seperti di gazebo dan di taman,” ungkap Hj.Nurliani, Kepala Dispersip Kalsel kepada jurnalkalimantan.com, saat diwawancarai via whatsapp, Senin (28/09/2020).

Tetap eksisnya Perpustakaan Palnam ini, membuat perpustakaan ini menjadi salah satu rujukan dari provinsi lain untuk belajar berbagai gebrakan Dispersip kalsel. Semuanya tidak terlepas dari gencarnya sosialisasi dan promosi di berbagai media, hingga dikenal dan diketahui masyarakat luas.

“Peran media sangat besar terhadap promosi minat baca dan perpustakaan. Tanpa peran media, maka sebagus apapun program Dispersip Kalsel, pasti tidak tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat,” tambah Bunda Nunung, sapaan akrab Kadispersip Kalsel.

Selain ketat melaksanakan protokol kesehatan bagi pengunjung, pihaknya juga selalu mensterilisasi berbagai fasilitas dan ruangan, agar terhindar dari virus yang masih mewabah hingga saat ini.

 

Jurnalkalimantan.com