Gelar Webinar Lagi, Dispersip Kalsel Bedah Buku Anak Banua

Dinas Perpustakaan dan Pengarsipan (Dispersip) Kalsel kembali mengadakan webinar. Namun kali ini webinar yang digelar agak berbeda. Kali ini salah satu perpustakaan terbaik di Indonesia ini mengadakan bedah buku. Buku yang dibedah pun merupakan karya asli anak banua.

Judulnya ‘Tatarang Tangguk’. Sebuah buku berbahasa Banjar, karya Noorhalis Majid, asli urang banua, yang sekarang menjabat sebagai Ketua Ombudsman RI Perwakilan Kalsel.

Noohalis sendiri mengaku pengetahuannya akan pribahasa Banjar termasuk minim. Namun hal itu tidak membuatnya menyerah menulis buku setebal 200 halaman itu. “Saya mengaku bahwa saya tidak terlalu banyak pengetahuan tentang pribahasa Banjar, tapi disini saya ingin menulis agar saya tahu,” tuturnya. “Saya ingin tetap menulis, walaupun tidak dianggap sangat tahu. Makanya saya memberi judul buku ini Tatarang Tangguk,” tambahnya.

Noorhalis menjelaskan, Tatarang Tangguk berarti dalam melihat sesuatu itu harus dengan ilmu pengetahuan. “Jika pengetahuan yang dimiliki sangat terbatas, maka berikanlah pendapat atas sesuatu tersebut,” ujarnya.

Buku Tatarang Tangguk, papar Noorhasil, berisi pribahasa Banjar, yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada kaum millenial akan ungkapan- ungkapan yang dimiliki orang Banjar.

Disisi Lain, Kadis Dipersip Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie mengatakan, talkshow yang akan digelar ini merupakan salah satu upaya Dispersip Kalsel mendukung penulis banua. “Kita di sini membuka diri untuk penulis. Siapa pun yang ingin membedah buku hasil karyanya, kita siapa memfasilitasi. Ini juga sesuai dengan amanah UU RI Nomor 13 Tahun 2018 mengenai Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, bahwa karya cetak dan karya rekam merupakan hasil budaya bangsa memiliki peran penting sebagai salah satu tolak ukur kemajuan intelektual bangsa,” ujarnya.

maknanews.com