Gelar Talkshow Virtual, Dispersip Kalsel Kreatif di Tengah Pandemi

Pandemi CoVID-19 yang berlangsung di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan, rupanya tak serta membuat semangat untuk berkarya menjadi luntur. Di saat yang lain kebingungan untuk menjalankan kegiatan tanpa harus menghadirkan banyak orang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Selatan justru berhasil menggelar acara dengan ratusan hingga ribuan partisipan, meski tanpa bertatap muka.

Menggandeng tokoh-tokoh terkenal dalam dunia literasi sebagai narasumber, acara bincang-bincang yang digelar secara virtual tak ada bedanya dengan tatap muka di aula atau ruangan besar. Antusiasme para peserta juga sangat tinggi, bahkan berasal dari luar daerah Kalimantan Selatan.

Najwa Shihab, Kak Ria Enes dan Susan, Faisal Oddang, hingga Habiburrahman El Shirazy, berhasil menghipnotis para peserta yang hadir dalam talkshow virtual. Mulai dari yang bertema peningkatan minat baca hingga cara penulisan sebuah karya, tak ada yang mau beranjak dan kehilangan momen berbagi pengalaman dengan narasumber.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan, Nurliani Dardie, mengungkapkan bahwa pandemi CoVID-19 yang masih berlangsung tak menjadi halangan untuk tetap aktif berkegiatan. “Yang membedakan hanya caranya saja, dari yang biasanya tatap muka, kita ubah jadi virtual,” ungkap Bunda Nunung, sapaan akrabnya. Tak salah memang langkah yang diambil pihaknya untuk menggelar talkshow virtual. Selain diikuti ratusan hingga ribuan peserta dari berbagai daerah, kegiatan tersebut juga menjadi sarana berbagi pengalaman dari para narasumber.

Mulai dari bagaimana cara untuk meningkatkan minat baca sendiri yang diungkapkan Najwa Shihab, maupun cara penulisan cerpen yang dibagikan oleh Faisal Oddang. Tak tanggung-tanggung, formulir pendaftaran yang disebarkan virtual pun juga ramai peminat. “Waktu kita gelar yang bersama Najwa Shihab itu hari pertama sudah seratus orang lebih, sampai penutupan mencapai 3.600 orang lebih,” jelas Bunda Nunung, beberapa waktu lalu.

Persiapan matang pun dilakukan dengan dukungan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI.

Tak hanya narasumber, moderator pun juga berasal dari akademisi dan tokoh literasi banua.

Taufik Arbain, Noorhalis Majid, hingga Harie Insan Putra, siapa yang tak kenal dengan mereka?

Semua itu dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Selatan untuk memaksimalkan upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan juga kualitas literasi daerah. Meskipun pandemi CoVID-19 berimbas pada kegiatan dan juga anggaran, namun tak menyurutkan kreatifitas untuk tetap berkarya dan membangun banua untuk mewujudkan Kalsel Cerdas.

www.sonora.id