Gali Potensi Teratai, Dispersip Kalsel Undang Tiga Peneliti

Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memiliki potensi lahan rawa yang sangat menjanjikan baik rawa pasang surut maupun rawa lebak. Salah satu sumber daya alam lahan rawa yang belum dimanfaatkan secara optimal yaitu tanaman teratai, padahal teratai adalah bunga rawa sejuta pesona.

Tanaman air jenis teratai mempunyai tampilan khas dan jenisnya sangat beragam. Saat ini masyarakat Kalsel Hanya memanfaatkan bijinya saja. Biji Talipuk sebutan akrab tanaman teratai oleh warga Hulu Sunga Utara (Amuntai) dapat dimanfaatkan sebagai tepung maupun bahan baku pembuatan makanan khas Banar yaitu Bipang Talipuk.

Atas dasar itulah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel akan menghadirkan  tiga pakar membidangi soal rawa, khususnya bunga teratai  dalam Talkshow Virtual  bertema “Bersama Dispersip Kalsel yang merupakan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial”.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel Dra Hj Nurliani, M.AP yang biasa disapa Bunda Nunung mengatakan dengan acara ini diharapkan dapat mengetahui tentang potensi bunga teratai yang saat ini terabaikan begitu saja padahal potensi bunga teratai untuk kesejahteraan masyarakat banua sangat menjanjikan salah satunya tanaman teratai berpotensi dijadikan obat.

Tiga peneliti tanaman teratai dimaksud adalah Dr Ir Rita Khairini, M.P (Dosen Prodi Teknologi Hasil Perikanan FKP ULM) yang akan membahas mengenai sejarah dan pengolahan teratai, Dr. Yuspihana Fitrial, S.Pi., M.Si (Dosen Prodi Teknologi Hasil Perikanan FKP ULM) yang akan membahas kandungan gizi dan potensi teratai sebagai bahan pangan fungsional, dan Bakti Nur Ismuhajaroh, S.P., M.P (Dosen Prodi Agronomi Faperta ULM/Kandidat Doktor (Mahasiswa S3) dari Faperta UGM) yang akan membahas tentang Botani dan potensi pengembangan tanaman teratai di rawa lebak.

www.baritopost.co.id