Dukung Pemeliharaan Identitas Budaya Banjar, Dispersip Kalsel Akan Bahas Buku “Tatarang Tangguk”

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), pekan depan akan mengadakan lagi gelar wicara virtual, yang kali ini membedah buku “Tatarang Tangguk”, masa depan peribahasa Banjar, di kantor Dispersip Kalsel, Jalan Jenderal Ahmad Yani kilometer 6. “Untuk kegiatan pada tanggal 14 nanti, akan dilangsungkan secara virtual melalui aplikasi zoom, dan disiarkan langsung di media sosial youtube, sekaligus tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan,” ucap Hj. Nurliani, Kepala Dispersip Kalsel, Sabtu (08/08/2020), saat dihubungi melalui gawai.

Kegiatan ini terlaksana, berkat kejasama dengan Lembaga Kajian KeIslaman dan Kemasyarakatan, dengan menghadirkan sang penulis buku, Noorhalis Majid, yang juga Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalsel. Kemudian turut diundang Jamal T Suryanata, birokrat, budayawan dan penulis buku sastra, serta yang ketiga, Hj Ida Kumalasari, guru kebudayaan Banjar dan penulis buku kebudayaan.

Dalam pengantarnya melalui daring, Noorhalis Majid mengatakan, peribahasa dan ungkapan, merupakan produk pengetahuan lokal masyarakat. Dalam hal ini masyarakat Banjar, peribahasa berfungsi sebagai nasehat, dan pelajaran menjalani hidup. “Kalau sebuah peribahasa sudah tidak dipakai lagi, karena tidak diketahui makna dan maksudnya, berarti kita kehilangan satu pengetahuan lokal yang lahir dari proses panjang kebudayaan. Tentu kerugian yang besar sekali. Bukan saja berarti kehilangan ilmu, namun juga identitas budaya,” ucap Noorhalis Majid.

Untuk itu, Dispersip Kalsel mendukung upaya pemeliharaan identitas budaya ini, dengan ikut mengenalkan buku “Tatarang Tangguk”, serta terus menghidupkan budaya literasi, lewat kegiatan diskusi buku.

Acara ini terbuka untuk semua, dan dapat diikuti gratis dengan mendaftarkan diri melalui tautan https://bit.ly/PendaftaranTVTT

jurnalkalimantan.com