Dorong Minat Baca, Dispersip Kalsel Andalkan Perpustakaan Digital

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Selatan menggelar workshop dan pelatihan perpustakaan berbasih teknologi informasi. Dalam pelatihan tersebut peserta berasal dari Dispersip di kabupaten/kota, guna dapat meningkatkan layanan di daerah, Rabu (24/2/2021). “Perpustakaan berbasis teknologi harus terus kita upayakan, agar dapat menjangkau luas semua lapisan masyarakat dan mempermudah aksesnya terhadap dunia literasi,” papar Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie kepada awak media di sela pelatihan.

Nurliani menjelaskan, perpustakaan berbasis TI tentu membutuhkan SDM berkompeten, sehingga dengan agenda ini diharapkan dapat membuka wawasan para peserta, agar dapat meningkatkan minat baca masyarakat di wilayahnya masing-masing.  “Selain SDM, kita juga mendukung dengan menyediakan Dana Alokasi Khusus, untuk menunjang sarana prasarana. Secara langsung ke masyarakat kita juga punya perpustakaan berbasis inklusi sosial, agar dapat menunjang akses masyarakat desa ke perpustakaan secara manual atau digital,” ujar Renus Siboro, Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI.

Ditambahkannya, selama tahun 2021 saja, pihaknya telah mengembangkan sekitar 450 perpustakaan desa se-Indonesia, yang diberikan perangkat keras dan lunaknya, untuk dapat bertransformasi, guna mempercepat akses pengetahuan di desa.

Rhoedy Erhansyah, Kepala Dispersip Tanah Laut menuturkan kegiatan ini menjadi modal berharga bagi pihaknya untuk mengembangkan layanan di daerah. Termasuk lebih mendekatkan akses pengetahuan kepada masyarakat. Dia mengakui akselerasi perpustakaan digital di pedesaan masih terkendala jaringan internet.

“Insya Allah siap, kita punya tenaga TI, pustakawan juga ada. Untuk perpustakaan desa, kita kadang terkendala jaringan, seperti tahun kemarin, perpustakaan di salah satu desa menjadi perpustaan terbaik kedua se-Kalsel dalam pengelolaanya, namun masih terkendala jaringan jika dikembangkan berbasis teknologi informasi,” imbuh Rhoedy Erhansyah.

sumber:starbanjar.com