DM Minim, Dispersip Kalsel Harap Tambahan Tenaga Arsiparis

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kalimantan Selatan, Nurliani Dardie mengakui, bahwa pengelolaan arsip dan berkas penting milik pemerintah daerah saat ini  belum maksimal. Itu karena terkendala sarana prasarana serta minimnya tenaga pengelola (Arsiparis). Namun dengan segala keterbatasan yang ada kami bergerak bersinergi untuk perlahan namun pasti untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas SDM serta sarpras Bidang Kearsipan, terlebih Pemprov Kalsel ssh mencabangkan Gerakan Sadar dan Tertib Arsip pada tahun 2019,” kata Bunda Nunung, Senin (18/5/2020).

Bukti usaha Dispersip Kalsel ditengah keterbatasan, adalah pengharagaan kerasipan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) kepada Gubernur Kalsel belum lama tadi. Dia menjelaskan arsiparis yang dimiliki Dispersip Kalsel hanya ada lima orang, dan 20 orang arsiparis di SKPD lain. Itupun ada satu tenaga Arsiparis yang akan pensiun pada Agustus mendatang, praktis Arsiparis di lingkup Dispersip Kalsel tersisa 4 orang. “Jumlah tersebut jauh dari kaya ideal, mengingat kami sebagai lemabaga kearsipan daerah (LKD) provinsi Kalsel, sebagai pembina 13 LKD di tingkat kabupaten/kota, SKPD, termasuk juga kearsipan BUMD, Orsospil, hingga PTN/PTS,” kata dia.

Bunda Nunung mengatakan pihaknya telah menyurati BKD Kalsel, agar merekrut tambahan ASN di jabatan fungsional arsiparis. “Kemudian 26 sampai dengan 28 Februari lalu, kami juga menugaskan pejabat kami bersama-sama dengan BKD Prov dan Biro Organisaso ke KemenpanRB untuk berkonsultasi dan berkoordinasi tentang penambahan jumlah SDM di bidang Arsiparis,” ujar mantan Kadispersip Kota Banjarbaru ini. Lantas berapa idealnya tenaga arsiparis di lingkup Dispersip dan SKPD di Kalsel? Nurliani berpendapat berdasarkan data dari ANRI bahwa kebutuhan ideal tenaga Arsiparis di Kalsel setidaknya 133 orang. “Kami selaku pembina 13,LKD Kab/Kota, sekian puluh SKPD Pemprov Kalsel,BUMD, PTN dan PTS tu paling tidakkan 75% dari 133,”  tandasnya.

jejakrekam.com