Dispersip Sosialisasikan Penyelamatan Arsip

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel menggelar Sosialisasi Penyelamatan Arsip Pasca Banjir. Kepala Dispersip Provinsi Kalsel Dra Hj Nurliani MAP menyatakan, pasca bencana banjir di banyak wilayah di Provinsi Kalsel, berdampak pada arsip pemerintah kota dan kabupaten.

Keberadaan arsip turut terancam keselamatannya akibat bencana banjir, sementara arsip merupakan aset berharga bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, jelasnya.

Berdasarkan hal tersebut, Dispersip Provinsi Kalsel akan mengambil langkah strategis dan tindakan preventif penyelamatan arsip dari bencana, sesuai amanat UU 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan Pasal 34 ayat 6 bahwa perlindungan dan penyelamatan arsip akibat bencana yang tidak dinyatakn bencana nasional dilaksanakan oleh pencipta arsip, arsip daerah provinsi, dan/atau arsip daerah kabupaten/kota yang berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Penyelamatan arsip pasca bencana ini sangat urgen, di samping untuk merespon secara cepat untuk menanggulangi kerusakan arsip akibat bencana banjir yang baru terjadi,” kata Nurliani yang akrab disapa Bunda Nunung ini.

Sehubungan hal tersebut, Dispersip Provinsi Kalsel yang merupakan Lembaga Kearsipan Daerah (LKD), yang bertanggung jawab dan berkewajiban dalam pengeloalaan arsip, meminta bimbingan langsung kepada Tim Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dalam penanganan arsip pasca bencana banjir yang terjadi di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Kalsel.

Dr Kandar MAP sebagai narasumber, mengatakan Dispersip Provinsi Kalsel dapat bersurat kepada Deputi Bidang Konservasi Arsip ANRI, hal permohonan bantuan tim penyelamatan arsip di Kalsel akibat bencana banjir.

Kandar melihat besarnya antusiame peserta Sosialisasi Penyelamatan Arsip Pasca Bencana, dan mengapresiasi Dispersip Provinsi Kalsel, ia akan terjunkan tim ke Kalimantan Selatan untuk melakukan bimbingan langsung kepada para pejabat dan arsiparis. “Kami mohon kepada Bunda Nunung untuk pelaksanaannya nanti di mana, dan tentunya dengan protkes yang ketat,” ujarnya.

Kandar juga meminta Bunda Nunung, untuk membuat posko penyelamatan arsip yang membantu OPD dan masyarakat yang perlu bimbingan. Arsiparis Kalsel langsung dapat melakukan restorasi, dan implementatif. Menurut Kandar, mereka akan bertugas selama 5 hari termasuk perjalanan, efektifnya selama 3 hari di Kalsel.

Sumber:matabanua.co.id