Dispersip Palnam Peduli Tebar Semangat Berbagi Untuk Negeri

Barabai-Langkah Tim Dispersip Palnam Peduli seakan tak mau berhenti menyambangi warga yang di rudung kesulitan akibat terdampak bencana alam Kamis (11/2). Di bawah Komando Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Hj Dra Nurliani M.AP, atau disapa Bunda Nunung, Tim Dispersip Palnam Peduli kembali sambangi Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Kali ini Tim Dispersip Palnam Peduli mengunjungi warga desa Datar Ajab, tak hanya sekedar membawa armada perpustakaan keliling (pusling), buku-buku, pendongeng dan badut, tim juga menyerahkan bantuan titipan dari Pemprov Kalsel, dan Hamba Allah, ujar Bunda Nunung.

Bantuan yang diberikan berupa sembako, peralatan sholat, pakaian bekas pakai, sarung perempuan dan lain-lain ujar Bunda Nunung kepada Liputan4.com via Whatsapp, Jumat (12/2). “Alhamdulillah kami di percaya untuk menyalurkannya, meskipun jumlahnya tidak banyak, mudah-mudahan bantuan ini bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka,” ujarnya.

Adapun sasaran bantuan ini adalah warga yang mengalami kesulitan di masa bencana alam ini,  terutama para Lansia dan anak-anak. Harapannya warga tetap sabar, semangat dan bangkit kembali. Bunda Nunung juga berpesan kepada warga Datar Ajab kiranya tetap menumbuhkan kesabaran di masa sulit ini. “Insya Allah semua akan berjalan baik jika kita ikhlas dan tulus dalam menghadapi sebuah masalah” urainya.

Semangat kami untuk berbagi dan menghibur tidak pernah surut. Saya bangga dan sangat berterima kasih untuk tim Dispersip Palnam Peduli yang pantang mundur untuk melaksanakan misi kemanusiaan ini. Meski harus melewati jalan yang berat, tapi tim tetap semangat menjalankannya,” kata Bunda Nunung. Banjir bandang akibat curah hujan tinggi, mengakibatkan meluapnya sungai Batu Benawa dan Hantakan, terjadi pada Rabu (13/1/2021), pukul 23.00 Wita.⁣

Banjir menghanyutkan 127 rumah dan bangunan warga Desa Alat, Hantakan, Batu Tunggal, Bulayak, Murung B, Haruyan Dayak, dan Datar Ajab. Mengakibatkan 2.840 warga terdampak.⁣

Data BPBD HST per 7 Feb 2021 menunjukkan, ada 92 desa terdampak di 10 (dari 11 kecamatan) di HST. Mengakibatkan 20.553 rumah terendam, 2.973 rumah rusak dan 183 rumah hilang. Ada 87.506 jiwa terdampak, dari 29.062 KK, masih ada 1.219 orang yang mengungsi. Banjir juga membuat 10 orang meninggal dunia karena hanyut atau tertimpa longsor. ⁣

Selaku pribadi maupun Kadispersip menyatakan kedukaan mendalam. Bersama Pemerintah pusat, Pemprov Kalsel dan Pemkab HST memberikan bantuan tanggap darurat dan menyiapkan langkah-langkah rehabilitasi pasca banjir. Agar HST bisa bangkit kembali “Pemerintah akan terus bersama rakyat, mari kita kerjasama bahu-membahu menghadapi cobaan berat ini, dengan begitu kita terbebas dari musibah ini, pungkas Bunda Nunung.

sumber:liputan4.c0m