Dispersip Palnam Peduli Banjir Ponpes Ibnu Ruslan As Syafiiyah Malintang Gambut

Banjarmasin-Mengawali tahun 2021, berbagai macam bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Kalimantan Selatan merupakan salah satu wilayah yang terdampak bencana yaitu Banjir yang terjadi karena curah hujan tinggi terjadi di beberapa kota dan kabupaten di Kalimantan Selatan, yaitu Kota Banjarmasin, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tapin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Balangan, dan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Akibat bencana yang terjadi 21 orang meninggal dunia dan sekitar 63.000 warga terpaksa mengungsi.

Akhir pekan ini Tim Palnam di bawah komando Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan (Kadispersip) Kalsel Hj Nurliani Dardie terus berbagi kepada para korban banjir di berbagai wilayah di Kalimatan Selatan. Kali ini menyasar ke Panti Asuhan Pondok Pasantren Ibnu Ruslan As Syafiiyah diJalan Malintang Gambut Kabupaten Banjar, Minggu (31/1) pagi.

Bantuan logistik yang disalurkan antara lain berupa sembako serta keperluan lainnya. Bantuan ini langsung diantar ke Desa Malintang Gambut Kabupaten Banjar Di tempat yang sama Pengurus Panti Asuhan Ibnu Ruslan Assyafi’iyyah Darul Yatama, Ustadz Bad Urizal, menyampaikan terima kasih atas kunjungan pihak Dispersip Kalsel.

Dipaparkannya, panti asuhan ini mengasuh 38 orang anak terdiri 6 anak yang meninggal bapak, 4 anak meninggal ibu dan 2 anak meninggal ibu-bapak. Sisanya anak dari keluarga tidak mampu. “Pendidikan anak asuh mulai tingkat SD, SMP, SMA dan kuliah, semua dibiayai oleh pengurus,” jelasnya. Adapun sejarah panti, didirikan oleh KH H Syafruddin (alm) yang berasal dari Nusa Tenggara Barat dan pernah menuntut ilmu di Mekkah, kemudian punya istri orang Malintang.

Tahun 1989 ikut istri bermukim di Malintang, masyakat mengangkat sebagai kiyai dan ingin membuat majelis ta”lim dari masyarakat dengan nama sirajul munir pada 1993. Kemudian berdiri pula TPA TPQ yang begitubanyak santri, beliau menggagas suatu ponpes 1992 peletakan batu pertama lalu diubah nama PA Ibnu, hingga beliau meninggal. “Mudah-mudahan panti ini berjalan terus, tidak mundur dan terus maju,” ucap ustadz semangat.

Kepala Dinas Perpustakaan Kalsel Hj Nurliani Dardi atau disapa Bunda Nunung mengatakan, kegiatan bertajuk Dipersip Peduli ini sebagai bentuk berbagi kepedulian dan tanggungjawab lingkungan sekitar terutama anak-anak yang perlu dukungan. Sebelumnya Kepala Dispersip Kalsel, Hj. Nurliani mengatakan seluruh kegiatan Dispersip Peduli sesuai arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor agar seluruh SKPD di Pemprov Kalsel turut peduli dalam penanganan tanggap darurat musibah banjir.

bantuan yang kita sampaikan adalah bantuan Gubernur Kalsel juga, jadi kita juga menjalankan amanah,” ujar Bunda Nunung. Ia bersyukur dapat menolong warga yang kebanjiran dan kesulitan untuk mencari kebutuhan pokok. “Dengan adanya bantuan-bantuan tersebut, harapan Bunda Nunung agar bisa meringankan beban para korban bencana dan agar semua korban bencana dapat kembali pulih seperti sebelumnya” pungkasnya.

Banjir yang menerjang 10 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan ini juga merendam 24.379 rumah. Akibatnya 39.549 warga terpaksa mengungsi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir pada Tanggal 14 Januari 2021. Pihak BPBD juga sampai saat ini masih melakukan pendataan titik pengungsian bagi masyarakat terdampak.

sumber:liputan4.com