Dispersip Kalsel Tunda Pengumuman Juara Lomba Menulis

Sejak dibukanya lomba Karya Tulis tentang Perpustakaan oleh Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel pada 16 Maret 2020 lalu, sebanyak 88 peserta mengikuti lomba ini. Sebagian besar merupakan guru-guru baik dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) honor, dari jenjang PAUD hingga SMA se-Kalsel. Hal ini menandakan bahwa antusias guru-guru di Kalsel menghasilkan lomba karya tulis tentang perpustakaan sangat sangat menarik dan menantang bagi mereka. Bukan saja dikarenakan hadiah yang cukup menarik, yaitu untuk juara tiga sebesar Rp 5 juta, juara dua sebesar Rp 8 juta dan juara pertama Rp 10 juta.

Menurut Kepala Dispersip Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie, sesuai jadwal tim juri yang terdiri dari akademisi praktisi dan wartawan melakukan penilaian tulisan tersebut sejak tanggal 16- 29 Mei 2020. “Rencananya akan diumumkan pada tanggal 30 Mei 2020.

Sehubungan tim juri sangat sulit untuk menentukan juara, dikarenakan tulisan dari 88 peserta tersebut cukup menguras perdebatan antara tim juri,” kata Bunda Nunung, Selasa (2/6/2020). Sehingga, lanjut Bunda Nunung, pengumuman juara lomba karya tulis tentang perpustakaan tingkat guru ditunda. Yaitu paling lambat pada 8 Juni 2020 mendatang. “Hal ini harap maklum dikarenakan karena salah satunya tim juri sangat sulit untuk berkumpul secara intens. Karena wilayah kota Banjarmasin dan Banjarbaru kemarin menerapkan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) dan hal ini mempersulit untuk tim juri untuk secara intens melakukan rapat,” jelas Bunda Nunung.

Namun demikian, mantan Kepala Perpustakaan Kota Banjarbaru ini mengucapkan terima kasih banyak atas atensi para guru-guru yang telah mengumpulkan karya tulis tentang perpustakaan ini. Karena ini membuktikan bahwa minat untuk mengangkat karya tulis tentang perpustakaan di kalangan guru sudah mencerminkan kompetensi masing-masing guru untuk lebih menghasilkan karya karya tulis yang bermanfaat bagi pengembangan minat baca dan literasi di Kalimantan Selatan.

Bunda Nunung memastikan, Dispersip Kalsel akan menganggarkan setiap tahun lomba lomba karya tulis seperti ini dengan materi yang lebih menarik. Sehingga minat menulis yang diharapkan kepada para guru akan menular kepada murid-murid sehingga di masa yang akan datang bukan hanya guru yang diperlombakan murid-murid baik itu dari jenjanh PAUD hingga SMA. “Akan kami perjuangkan untuk diperlombakan karya-karya tulis mereka tentang minat baca dan literasi dan perpustakaan,” pungkas Bunda Nunung.

Kanalkalimantan.com