Dispersip Kalsel, Tingkatkan Keterampilan Kewirausahaan ABK

Sebagaimana diketahui Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), yang sudah diatur dalam pasal 5 dan 28 Undang-undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003, telah mewajibkan para pengusaha besar untuk kerjakan mereka sekurangnya 1 orang yang berkompeten dari kalangan difabel. Sayangnya, dalam UU ketenagakerjaan tersebut dianggap kurang terimplementasi dengan baik, karena masih kurangnya kepedulian, dan karena masih minimnya keterampilan yang dimiliki ABK pasca menyelesaikan sekolah mereka.

Untuk itulah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menggelar atau mengadakan Talkshow Virtual, yang mengambil tema, “Meningkatkan Keterampilan Kewirausahaan Anak Berkebutuhan Khusus Pasca Sekolah Melalui Ecoprint,” yang menghadirkan Faizah Abdiah, S.Pd., pelaku usaha mikro kecil dan menengah, yang juga pemilik teras ecoprint di Kota Banjarbaru. Turut hadir sebagai pembicara utama dari unsur Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel, M. Syaripuddin, SE., MAP.,dan Martha Krisna, ST., sebagai moderator, pada hari Kamis (17/09/2020) diadakan kegiatan ini.

Kepala Dispersip Kalsel, Dra. H. Nurliani, M.AP. melalui Sekretaris Dispersip Kalsel, Dr. M. Ramadhan, SE., ME., Ak., CA. Dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Talkshow Virtual ini dilaksanakan melalui aplikasi Zoom dan diikuti sekitar 120 peserta dan akan disiarkan langsung juga lewat Youtube.

Keterampilan Ecoprint ini merupakan teknik memberi pola pada bahan atau kain dengan menggunakan bahan alami

“Alhamdulillah acara ini sesuai harapan kita bersama dapat berjalan lancar dan sukses,”ungkapnya.

Ia menyampaikan juga, kita berencana akan membangunkan gedung untuk layanan disabilitas atau anak yang berkebutuhan khusus dan sumber dananya dari alokasi khusus yang telah disepakati pada tahun 2021, “Semoga ini akan menjadi wadah untuk mereka berkegiatan guna meningkatkan keterampilannya dan kualitasnya serta bakatnya yang dimiliki dalam hal pekerjaan yang dikuasainya,” harapnya.

Sementara itu, Narasumber kegiatan ini Faizah Abdiah, S.Pd., Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah, yang juga pemilik teras ecoprint di Kota Banjarbaru mengungkapkan, untuk Keterampilan Ecoprint ini merupakan teknik memberi pola pada bahan atau kain dengan menggunakan bahan alami, dan dinilai juga tepat untuk ABK menggeluti kerajinan ini, karena hanya memerlukan modal yang sedikit, serta karya yang dihasilkan juga masih dinilai langka dan unik dan perlu dikembangkan, ramah lingkungan tampilannya, sehingga berpotensi bisa dikembangkan oleh para ABK nantinya. “Jadi Ecoprint yang kita pilih, yakni menggunakan teknik ponding, yaitu dengan cara diketuk, dan dinilai sesuai dengan karakteristik ABK yang dapat dalam meningkatkan kemampuan dan bakatnya dalam hal ini,”ucapnya.

Sedangkan, Pembicara Utama, M. Syaripuddin Menambahkan, melalui kegiatan ini, diharapkan bisa memberikan inovasi dan pendidikan juga terhadap para ABK, dan terlebih lagi bisa meningkatkan perekonomian mereka dan pamornya dalam hal bekerja bila diterima para pengusaha yang memiliki perusahaan yang besar. “Kita inginkan sebuah karya dan keterampilan yang dibuat ABK bisa dapat diapresiasi dari pemerintah daerah khususnya, serta perhatian terhadap mereka, untuk menunjang kreativitasnya dan tingkatkan kualitasnya dalam berkarya serta bekerja,”tutupnya.

tajam.news