Dispersip Kalsel Serahkan Hadiah untuk Tiga Pemenang Lomba Menulis

Setelah mengumumkan pemenang Lomba Menulis, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel menyerahkan piala dan hadiah kepada tiga pemenang di Aula Dispersip Kalsel, Senin (15/6/2020) siang. Ketiga pemenang lomba tersebut antara lain Dian Mardhika dari SMAN 1 Kotabaru, Abdul Salam dari SMKN 3 Banjarbaru dam Badrudin dari SMAN 1 Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala. Hadiah sendiri diserahkan langsung kepada pemenang oleh Kepala Dispersip Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie.

Kepada awak media, Bunda Nunung -sapaannya- mengatakan, lomba menulis kali ini peminatnya cukup banyak. Berdasarkan catatannya, ada 88 peserta yang ikut serta, yang semuanya berasal dari guru-guru di sekolah yang ada di Kalsel. Lalu, apakah Dispersip Kalsel akan menyelenggarakan lomba serupa di waktu yang akan datang? “Insyaallah, melihat pesertanya sangat banyak, akan kita lanjutkan di tahun-tahun mendatang,” kata Bunda Nunung.

Mantan Kepala Perpustakaan Kota Banjarbaru ini menambahkan, hasil karya tulis yang dilombakan nantinya akan segera dicetak dan dibukukan. Temanya sendiri, tak jauh dari perpustakaannya sekolah di masing-masing sekolah tempat peserta berasal, apalagi ada 88 peserta yang mengikuti lomba ini. “Bisa kalian bayangkan betapa capeknya juri untuk menilai. Karena ada 88 naskah yang masuk,” ucap Bunda Nunung. Bunda Nunung tidak menampik, banyak peserta yang semuanya merupakan guru sekolah, meminta agar kegiatan lomba serupa terus dijalankan. Tentunya, memberi manfaat kepada guru sendiri untuk mengasah kemampuan menulis.

Di samping itu, diakuinya, Dispersip Kalsel baru kali ini mengadakan lomba dengan hadiah yang cukup besar. Ditambah dengan jumlah peserta yang ikut serta yang tentunya tidak sedikit. Apakah masyarakat umum diberi kesempatan serupa untuk mengikuti lomba menulis ini? Diakui Bunda Nunung, untuk saat ini baru kalangan guru saja yang dapat mengikutinya. “Karena yang (masyarakat) umum sering ada, kan? Justru guru ini yang pertama kali atas saran salah satu juri yaitu Sainul Hermawan. Jadi guru itu butuh ruang apresiasi untuk mengekpresikan bakat dan minat menulis,” tandasnya.

Kanalkalimantan.com