Dispersip Kalsel Musnahkan 7.026 Arsip 5 SKPD

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel musnahkan 7.026 arsip kurun waktu 1971-2005 milik 5 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Pemusnahan dilakukan di Depo Arsip Banjarbaru, Rabu (5/5).

Ke-5 SKPD itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasil (BP-7). “Selain itu ada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan (BPMP), serta Dinas Kesehatan (Dinkes). Semua SKPD tersebut tingkat provinsi. Paling banyak berkas dari Disdikbud Kalsel sekitar 3.202 arsip,” jelas Sekretaris Dispersip Kalsel, M Ramadhan.

Arsip-arsip tersebut merupakan berkas yang telah habis masa retensi atau penyimpanannya. Sehingga memang diharuskan untuk dimusnahkan. “Pemusnahan ini sudah menjadi tugas pokok dan fungsi dispersip untuk menghapuskan arsip yang memang sudah habis masa penyimpanannya,” tandasnya.

Dijelaskan Ramadhan, pemusnahan arsip dilakukan berdasarkan penilaian kebutuhan arsip. Atau bisa juga karena dinas atau badan yang bersangkutan telah dihapus. Sehingga arsip yang tersimpan tidak terpakai lagi.

Sementara limbah dari arsip yang dimusnahkan dengan mesin penghacur kertas atau paper shredder, akan dikelola lebih lanjut bagian arsiparis Dispersip Kalsel. “Karena memang itu sudah tidak layak pakai lagi dan sudah tidak dimanfaatkan. Mungkin akan diberikan ke TPA-TPA untuk di daur ulang,” ujarnya.

Dispersip Kalsel sendiri telah memusnahkan puluhan ribu arsip, dengan 16 kali pemusnahan dari 2002 hingga 2021 ini. Serta mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak.

Sumber:banuapost.co.id