Dispersip Kalsel Musnahkan 21.487 Arsip Lama

Sebanyak 21.487 berkas yang telah habis masa retensi arsip dari beberapa Satuan Keeja Perangkat Daerah (SKPD) dimusnahkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip) Kalimantan Selatan, Selasa (17/11/2020).

Kepala Dispersip Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie mengatakan, ribuan berkas tersebut merupakan gabungan dari enam SKPD diantaranya Inspektorat, Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan Daerah Tingkat I Kalsel, Biro Umum, Biro Keuangan, dan Biro Pembangunan Daerah Sekretariat Wilayah Daerah Tingkat I Kalsel. “Harus sesuai masa retensi arsip. Arsip keuangan misalnya itu masa retensinya 10 tahun dan arsip kepegawaian 5 tahun,” kata dia. Selain karena masa retensinya habis, arsip-arsip ini dimusnahkan untuk mengefisienkan biaya dan tenaga pemeliharaan arsip yang sudah tidak memiliki nilai guna lagi.

Menurut Bunda Nunung, pemusnahan dilakukan dengan menggunakan mesin pencacah kertas. Selanjutnya, limbah yang dihasilkan akan diserahkan ke bank sampah agar bisa dimanfaatkan. Dijelaskan Nurliani, jika suatu saat nanti berkas yang dimusnahkan tersebut diperlukan, Dispersip Kalsel akan menjelaskan dan menunjukkan bahwa pemusnahan arsip telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). “Arsip yang dimusnahkan ini memang sudah tua, ada yang dari tahun 72 bahkan juga ada yang dari tahun 62. Yang jelas arsip-arsip ini sudah habis masa retensi atau simpannya,” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Kalimantan Selatan, Fathurrahman, memberikan apresiasi kepada Dispersip Kalsel yang telah memusnahkan arsip-arsip lama yang sudah tidak terpakai. “Saya berharap kedepannya semua SKPD nanti bisa bekerja sama dengan Dispersip Kalsel untuk berkoordinasi dan melakukan penelitian arsip-arsip mana saja yang perlu dimusnahkan ataupun dipertahankan,” kata Fathurrahman.

Perlu diketahui, selama tahun 2020 ini Dispersip Kalsel sudah dua kali melakukan pemusnahan arsip, yakni pada bulan April lalu sekitar 26 ribu arsip dan November ini 21 ribu lebih. Ini menjadi pemusnahan arsip terbesar sepanjang sejarah di Kalimantan Selatan.

Kanalkalimantan.com