Dispersip Kalsel Lakukan Pemusnahan 21.487 Berkas Arsip Lama Habis Masa Retensi

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah melakukan pemusnahan sebanyak 21.487 berkas arsip yang telah lama habis masa retensinya. Kegiatannya ini, dilaksanakan pada hari selasa tanggal 17 Nopember 2020 di gedung Depo Arsip Banjarbaru. Pagi hari.

Kepala Dispersip Kalsel, Dra Hj Nurliani Dardie menyampaikan, pemusnahan berkas tersebut, merupakan berkas yang berasal dari enam instansi yaitu, Biro Umum Sekretariat Wilayah Tingkat I Kalsel sebanyak 2.546 berkas, Arsip Biro Keuangan Sekretariat Wilayah Tingkat I Kalsel sebanyak 5.071 berkas, Biro Pembangunan Daerah Sekretariat Wilayah Tingkat I Kalsel sebanyak 1.023 berkas, Dinas Kehutanan Kalsel sebanyak 2.911 berkas, Dinas Perkebunan Kalsel sebanyak 2.704 berkas, dan Inspektorat Kalsel sebanyaak 7.232 berkas.

Selama tahun 2020. Dispersip Kalsel sudah dua kali melakukan pemusnahan arsip, “Jadi tujuan dari pemusnahan ini supaya penyimpanan arsip bisa lebih efisien dan efektif, baik dari segi biaya dan tenaga untuk memelihara arsip yang sudah tidak memiliki nilai guna lagi,”ungkapnya.

Ia mengungkapkan juga, arsip yang dimusnahkan ini memang sudah habis masa retensi arsipnya dan sudah melewati prosedur pembentukan tim penilai dan pemusnahan arsip di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel. “Untuk pemusnahan ini mendapat persetujuan juga dari SKPD asal arsip dan persetujuan Kepala Arsip RI, dan penetapan pemusnahan arsip dengan surat keputusan Gubernur Kalsel,”tambahnya.

Adapun pemusnahan arsip ini dengan menggunakan mesin pencacah kertas. Untuk limbah yang dihasilkan akan diserahkan ke bank sampah agar bisa dimanfaatkan nantinya. Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Kalimantan Selatan, Fathurrahman sangat mengapresiasi sekali kegiatan pemusnahan terhadap arsip-arsip lama yang sudah tidak terpakai lagi ini. “Ia berharap semua SKPD nanti kedepannya, bisa bekerja sama dengan Dispersip Kalsel untuk berkoordinasi dan melakukan penelitian arsip-arsip mana saja yang perlu dimusnahkan ataupun dipertahankan,”harapnya

Selanjutnya, untuk info yang diketahui, selama tahun 2020. Dispersip Kalsel sudah dua kali melakukan pemusnahan arsip, yakni pada bulan April lalu sekitar 26 ribu arsip dan November ini 21 ribu lebih. Dan ini merupakan pemusnahan arsip terbesar sepanjang sejarah di Kalimantan Selatan dilaksanakan.

tajam.news