Dispersip Kalsel Kerahkan 2 Unit Mobil Minibus dan 6 Personel Untuk Mendata Masyarakat Terdampak Covid-19

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel masih tetap meliburkan pelayanan perpustakaan karena Kalsel masih dalam keadaan status tanggap darurat Covid-19/Pandemi Covid-19, dan dipastikan belum aman dibuka pelayanan. Namun pihaknya tergabung dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kalsel.

Ini terbukti, Dispersip Kalsel dibeberapa pekan terakhir sudah ada turut ikut melibatkan atau mengerahkan 2 buah unit mobil minibus dan 6 personel, untuk melakukan pendataan kepada masyarakat yang terdampak dan terkena terindikasi Covid-19 di berbagai wilayah pedesaan. “Seperti diwilayah atau daerah Barito Kuala yakni Desa Teluk Tamba dan Tabukan Raya dan berbagai desa lainnya yang ada disana,”ujar Kepala Dispersip Kalsel Dra. Hj. Nurliani Dardie kepada tajam.news, Rabu (20/5).

Dispersip Kalsel, ikut dalam mendata masyarakat terkait Covid-19

Ia mengatakan kita turut serta bergerak dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kalsel. Ini disesuaikan juga tugas pokok dan fungsinya yaitu untuk memberikan literasi preventif (pencegahan) dan promotif terhadap penanganan Covid-19. “Jadi dengan arahan Ketua Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel juga kita lakukan penanganan tersebut,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, yang tergabung dalam pembentukan Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 di Kalsel sebagian anggotanya dari Dispersip Kalsel yang bertugas mendatangi beberapa desa disana. Oleh karena itu, dengan difasilitasi Camat dan Kepala desa bisa kita laksanakan agar koordinasi dan komunikasi lebih baik dalam pelaksanaan sosialisasi pencegahan dan pendataan ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan) atau pasien yang terindikasi Covid-19. “Tim Gugus Dispersip Kalsel juga mendata ada berapa banyak masyarakat miskin yang perlu diberikan bantuan di desa tersebut, karena dampak penyebaran Covid-19. data didapatkan ini akan dikumpulkan setiap hari ke Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalsel,”kata bunda Nunung panggilan akrabnya.

Selain itu, Kepala desa dan tokoh masyarakat telah menerima tim pendataan covid 19 Dispersip Kalsel dengan senang hati dan menjalankan sesuai protokol Covid- 19 di desanya masing masing. “Alhamdulillah ini mencerminkan bahwa masyarakat di desa telah turut aktif dan turut serta melakukan pencegahan terhadap Pandemi Covid-19 di wilayah masing-masing dengan kebersamaan dan kekompakan sehingga dapat meminimalisir masyarakatnya di desa setempat yang terpapar covid 19 di masa PSBB,”tutupnya. Adapun Banjarmasin masih memasuki zona merah maka semua tim di pindahkan ke sosialisasi banjarmasin ke setiap kecamatan, setelah wilayah banjarmasin sudah terjangkau akan kembali menyasar ke Kabupaten Batola.

tajam.news