Dispersip Kalsel Gelar Workshop Menulis di Lapas Karang Intan

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel terus melakukan gerakan literasi ke berbagai lapisan masyarakat. Salah satunya adalah pelatihan menulis cerpen di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan Selasa, (10/11/2020).

Tujuan dilakukannya pelatihan menulis cerpen di Lapas Karang Intan ini menurut Kasi Layanan Perpustakaan, Ermawati, yang mewakili Kepala Dispersip Kalsel Dra Nurliani Dardie, selain untuk mengasah kemampuan dalam keterampilan membaca juga mengajak warga binaan untuk tertarik tentang kepenulisan. “Selain mengasah kemampuan serta mengajak para napi untuk tertarik serta memahami tentang kepenulisan dalam mengaktualisasikan pengetahuan yang didapat dalam menggeluti kemampuan serta keterampilanya dan juga mengajak untuk tertari dalam membaca buku,” katanya.

Ia juga mengatakan meskipun terbatas ruang lingkup, serta pelatihan yang dilakukan dalam satu hari saja , namun tidak menutup kemungkinan bagi warga binaan lapas untuk mendapatkan pelatihan menulis. “Ketidak leluasaan beraktivitas bukan alasan untuk berhenti berinovasi, malah bisa membuka peluang untuk mengembangkan diri,” ujarnya.

Pelatihan ini diikuti puluhan penghuni lapas Karang Intan. Acara dibuka oleh Kepala Lapas, Sugito. Pada kesempatan tersebut, Sugito mengatakan, pelatihan kepenulisan ini adalah pelatihan yang pertama di Lapas Karan Intan. “Kami sangat mengapresiasi pelatihan dari Dispersip Kalsel, walaupun Dispersip Kalsel memang sering meminjamkan Buku bacaan diharapkan bisa menambah pebegathuan nilai yang positif,” harapnya. Lebih lanjut ia juga mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi lapas untuk mengembangkan pembinaan terhadap 1.050 warga penghuni di lapas Karang Intan untuk menorehkan karya di bidang kepenulisan.

Dijelaskanya, dalam pembinanan warga penghuni lapas dalam pelatihan pelatihan untuk mengembangkan pembinanan adalah suatu tanggung moral dan juga merubah Stigma masyarkat yang buruk kepada warga binaan lapas. “Harapan dari kegiatan pelatihan ini, warga binaan mengikuti kegiatan dengan bersungguh-sungguh dan kelak menerapkan saat sudah bebas,” kata Sugito. Salah satu peserta pelatihan, Ateng menyampaikan cukup senang mengikuti pelatihan menulis yang digelar Dispersip. Ia pun berniat menuliskan pengalamannya selama di tahanan.

Kanalkalimantan.com