Dispersip Kalsel Gelar Wisata Literasi Sekaligus Tur Kemanusian

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan terus bergerak menyalurkan bantuan bagi warga korban banjir di berbagai wilayah di Kalimantan Selatan. Selain membantu korban bencana banjir, Tim Dispersip Palnam Peduli Banjir Kalsel, gelar wisata Literasi sekaligus tur kemanusian. Kali ini perpustakaan keliling berkesempatan menyambangi kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Hulu Sungai Tengah (HSU) Provinsi kalimantan Selatan.

Mini bus perpustakaan tersebut membawa beberapa genre buku,” ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan Hj Dra Nurliani Dardie M.AP atau disapa Bunda Nunung Minggu (14/2) kepada Liputan4.com via Whatsapp. “Buku yang kami pinjamkan kepada Dispersip Barabai, nantinya buku-buku ini akan dipinjamkan secara bergilir,” ungkapnya. Dirinya pun dalam kesempatan ini bersyukur, kegiatan ini mendapatkan respon positif dari Dispersip Barabai.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Mardiyono S.Pd, sangat berterima kasih dan mengapresiasi kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimatan Selatan dan Tim Dispersip Palnam Peduli yang begitu besar perhatiannya terhadap kami yang terdampak banjir bandang 14 Januari 2021. “Atas bantuan pinjam pakai buku-buku ini, semoga bisa mengganti buku-buku dinas Perpustakaan yang rusak berat akibat banjir. Buku-buku ini akan sangat membantu, karena begitu banyak buku-buku yang rusak akibat banjir”, harapnya.

“Semoga buku-buku pinjam pakai ini dimanfaatkan secara maksimal oleh pemustaka,” bebernya. Di konfirmasi Bunda Nunung merasa bersyukur atas kerjasama dengan Dispersip Barabai, jadi program dari kami Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan ikut mencerdaskan pendidikan bangsa kita melalui program Layanan Terpadu Perpustakaan.

“Buku yang kami pinjamkan, nantinya akan kami rolling lagi, kami ganti dengan buku-buku yang baru agar buku yang ada selalu update sehingga sirkulasi buku berjalan sesuai regulasi,” harapnya.

Ditempat lokasi yang sama “Bunda Nunung mengungkapkan bahwa layanan Perpustakaan harus selalu berimprovisasi bergerak out off the book sesuai keperluan instansi maupun masyarakat karena mendekatkan buku kepada masyarakat adalah amanah Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan”, Pungkasnya.

sumber:liputan4.com