Dispersip Kalsel Gelar Sosialisasi Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Negara Periode Tahun 2014-2019 serta Arsip Penanganan Covid-19

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah menggelar atau mengadakan sosialisasi penyelamatan dan pelestarian arsip negara periode tahun 2014-2019 yang merupakan kegiatan pertama bidang kearsipan serta penanganan Covid-19. Adapun kegiatan ini dilaksanakan secara virtual daring dan ini pertama yang digelar di bidang kearsipan Dispersip Kalsel, pada hari Kamis telah mengundang dan menghadirkan narasumber Arsiparis Madya pada Direktur Akuisisi ANRI Tato Pujiarto dan Direktur Akuisisi ANRI Rudi Anton.

” Jadi tujuan dari Virtual daring ini adalah menggiatkan pengelolaan kearsipan dan kerinduan arsiparis di daerah guna menambah ilmu dalam pengelolaan kearsipan baik statis maupun dinamis,” ujar Kepala Dispersip Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie M.AP, Kepada tajam.news, Jum’at (4/9).

Tujuan dari Virtual daring ini adalah menggiatkan pengelolaan kearsipan dan kerinduan arsiparis di daerah

Ia juga menyampaikan jumlah arsiparis belum ideal karena hanya tersisa 4 arsiparis di Dispersip Kalsel dan 20 arsiparis di SOPD Pemprov Kalsel namun tidak melemahkan kegiatan kearsipan di Provinsi. ” Kita berharap, kedepannya, bisa semakin banyak dan bertambah aparatur sipil negara yang menjadi arsiparis di Kalsel sehingga bisa menjalankan pekerjaan sesuai tugas pokok dan fungsi yang ditentukan,”harapnya.

Sementara itu, Drs. Tato Pujiarto Arsiparis Madya selaku Narasumber kegiatan ini menuturkan kita sangat apresiasi sekali kegiatan Virtual Daring ini, dan ini menjadi pilot project bagi Dinas Kearsipan di daerah lain karena Kalsel termasuk 3 besar Pemerintah Daerah yang telah mengajukan Pemusnahan Arsip ke ANRI Tahun 2014-2020. “Jadi dalam materinya kita membeberkan bahwa pemusnahan arsip dilakukan terhadap arsip yang tidak memiliki nilai guna, dan telah habis masa retensinya dan berketerangan dimusnahkan berdasarkan Jadwal Retensi Arsip
(JRA), serta tidak ada juga peraturan perundang-undangan yang melarang dan tidak berkaitan dengan penyelesaian proses hukum suatu perkara,”bebernya.

Sedangkan, Kepala Perpusnas RI M Syarif Bando sangat mengapresiasi virtual daring ini yang digelar walaupun hanya lewat aplikasi zoom atau online. “Kita juga merasa senang dan gembira atas kegiatan yang diinisiasi Dispersip Kalsel karena ini bisa mengupas bagaimana penyelamatan arsip statis 2014-2019 serta arsip aktif COVID-19 yang sangat bermanfaat kedepannya,”tuturnya.

Kegiatan Virtual ini juga diikuti ratusan partisipan dari berbagai instansi diantaranya BUMD, BUMN di lingkungan Pemprov Kalsel dan pengelola arsip di Dinas dan instansi seluruh Indonesia dan merupakan virtual daring pertama tentang kearsipan diketahui.

tajam.news